وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Jumat, 22 April 2011

Talak, Berhati-hatilah

Pernikahan merupakan ikatan janji yang suci dan sangat kuat (مِيْثَا قًا غَلِيْظَا), sebab itu harus benar-benar ditepati, diagungkan, dan dijaga dengan sungguh-sungguh. Pernikahan tidak boleh di buat mainan, tidak boleh diremehkan dan tidak boleh dikhianati dengan meremehkan talak / mudah menjatuhkan talak.
2178 - حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ، عَنْ مُعَرِّفِ بْنِ وَاصِلٍ، عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ» رواه ابو داود كتب الطلاق
...Nabi SAW bersabda,”Perbuatan halal paling dibenci Allah adalah talak”. [Hadist riwayat Abu Dawud Kitabu Thalak no. 2178]

2194 - حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَبِيبٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنِ ابْنِ مَاهَكَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " ثَلَاثٌ جَدُّهُنَّ جَدٌّ، وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ " رواه ابو داود كتب الطلاق
...Rasulullah SAW bersabda,”Tiga perkara yang sungguh-sungguhnya jadi dan guarauannya juga jadi: nikah, talak dan rujuk". [Hadist riwayat Abu Dawud Kitabu Thalak no. 2194]

Berdasarkan dalil di atas, talak hanya boleh dilakukan jika sudah diupayakan semaksimal mungkin dan tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan keutuhan rumah tangga sebab meremehkan talak, mudah menjatuhkan talak / menuntut talak akan menjatuhkan diri kita dalam murka Allah.

Ketentuan-Ketentuan tentang Talak

Ulama LDII yang sejak Munas ke-7 LDII di Surabaya diformilkan menjadi badan otonom Istimbath wal Irsyad telah mengeluarkan nasehat dan ijtihad yang memuat ketentuan-ketentuan tentang talak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW dalam Al Quran dan Al Hadist:
  1. Sebelum menjatuhkan talak, terlebih dahulu ditempuh cara damai semaksimal mungkin untuk menghindarkan talak, dengan mendatangkan “hakam” (wakil keluarga suami dan wakil keluarga istri)
  2. وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا إِن يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا [٤:٣٥]
    Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
  3. Apabila diputuskan talak maka sebelumnya suami harus mengerti akan aturan–aturan talak menurut Al Quran dan Al Hadit, yaitu:
    • Saat mejatuhkan talak istri dalam keadaan suci dan belum dijimak.
    • Namun apabila saat mentalak istri dalam kondisi suci namun sudah dijimak hukum talaknya tetap sah.
    • Apabila terlanjur mentalak istri dalam kondisi haid maka wajib dirujuk dalam masa haid tersebut. Apabila akan mentalak lagi maka supaya menunggu sampai istri dalam kondisi suci yang pertama atau dalam keadaan suci yang kedua, baru dilaksanakan talak. Talak yang dilaksanakan pada waktu haid dihitung talak kesatu dan talak berikutnya dalam keadaan suci dihitung talak kedua.
  4. Macam-macam ucapan talak:
    • طّلّقْتُكِ
    • "Kamu saya cerai", dengan niat talak
    • "Awakmu tak pegat" (bahasa jawa) dengan niat talak
    • "Kamu saya kembalikan ke keluargamu", dengan niat talak, dan bahasa-bahasa lain dengan niat talak
  5. Talak itu sah baik dengan cara ucapan maupun tersebut atau dengan cara ditulis kalimat terseut di atas.
  6. Dalam melaksanakan talak hendaknya dipersaksikan kepada minimal dua orang laki-laki yang adil.
    فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا [٦٥:٢
    Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. [Al Quran Surat Talak ayat 2]

    2186 - حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ، أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَهُمْ، عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ، عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ، سُئِلَ عَنِ الرَّجُلِ يُطَلِّقُ امْرَأَتَهُ، ثُمَّ يَقَعُ بِهَا، وَلَمْ يُشْهِدْ عَلَى طَلَاقِهَا، وَلَا عَلَى رَجْعَتِهَا، فَقَالَ: «طَلَّقْتَ لِغَيْرِ سُنَّةٍ، وَرَاجَعْتَ لِغَيْرِ سُنَّةٍ، أَشْهِدْ عَلَى طَلَاقِهَا، وَعَلَى رَجْعَتِهَا، وَلَا تَعُدْ» رواه ابو داود كتب الطلاق
    ... dari Muthorif ibnu Abdillah sesungguhnya Imron bib Huushonin ditanya tentang seorang laki-laki yang mentalak istrinya kemudian menjimaknya (rujuk) dan tidak mempersaksikan atas mentalak dan merujuk istrinya tersebut. Maka Imron menjawab: “Engkau mentalak tidak sesuai dengan sunah (namun hukumnya tetap sah), mempersaksikanlah engkau atas mentalak istri dan atas merujuk istri dan engkau jangan mengulangi lagi (mencerai dan merujuk tanpa persaksian). [Hadist Abi Dawud Kitabu Thalak no. 2186]
  7. Talak itu baik dilakukan dengan sungguh-sungguh maupun dengan main-main / bergurau hukumnya sah, jatuh talak.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Talak, Berhati-hatilah

Pernikahan merupakan ikatan janji yang suci dan sangat kuat (مِيْثَا قًا غَلِيْظَا), sebab itu harus benar-benar ditepati, diagungkan, dan dijaga dengan sungguh-sungguh. Pernikahan tidak boleh di buat mainan, tidak boleh diremehkan dan tidak boleh dikhianati dengan meremehkan talak / mudah menjatuhkan talak.
2178 - حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ، عَنْ مُعَرِّفِ بْنِ وَاصِلٍ، عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ» رواه ابو داود كتب الطلاق
...Nabi SAW bersabda,”Perbuatan halal paling dibenci Allah adalah talak”. [Hadist riwayat Abu Dawud Kitabu Thalak no. 2178]

2194 - حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَبِيبٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنِ ابْنِ مَاهَكَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " ثَلَاثٌ جَدُّهُنَّ جَدٌّ، وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ " رواه ابو داود كتب الطلاق
...Rasulullah SAW bersabda,”Tiga perkara yang sungguh-sungguhnya jadi dan guarauannya juga jadi: nikah, talak dan rujuk". [Hadist riwayat Abu Dawud Kitabu Thalak no. 2194]

Berdasarkan dalil di atas, talak hanya boleh dilakukan jika sudah diupayakan semaksimal mungkin dan tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan keutuhan rumah tangga sebab meremehkan talak, mudah menjatuhkan talak / menuntut talak akan menjatuhkan diri kita dalam murka Allah.

Ketentuan-Ketentuan tentang Talak

Ulama LDII yang sejak Munas ke-7 LDII di Surabaya diformilkan menjadi badan otonom Istimbath wal Irsyad telah mengeluarkan nasehat dan ijtihad yang memuat ketentuan-ketentuan tentang talak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW dalam Al Quran dan Al Hadist:
  1. Sebelum menjatuhkan talak, terlebih dahulu ditempuh cara damai semaksimal mungkin untuk menghindarkan talak, dengan mendatangkan “hakam” (wakil keluarga suami dan wakil keluarga istri)
  2. وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا إِن يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا [٤:٣٥]
    Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
  3. Apabila diputuskan talak maka sebelumnya suami harus mengerti akan aturan–aturan talak menurut Al Quran dan Al Hadit, yaitu:
    • Saat mejatuhkan talak istri dalam keadaan suci dan belum dijimak.
    • Namun apabila saat mentalak istri dalam kondisi suci namun sudah dijimak hukum talaknya tetap sah.
    • Apabila terlanjur mentalak istri dalam kondisi haid maka wajib dirujuk dalam masa haid tersebut. Apabila akan mentalak lagi maka supaya menunggu sampai istri dalam kondisi suci yang pertama atau dalam keadaan suci yang kedua, baru dilaksanakan talak. Talak yang dilaksanakan pada waktu haid dihitung talak kesatu dan talak berikutnya dalam keadaan suci dihitung talak kedua.
  4. Macam-macam ucapan talak:
    • طّلّقْتُكِ
    • "Kamu saya cerai", dengan niat talak
    • "Awakmu tak pegat" (bahasa jawa) dengan niat talak
    • "Kamu saya kembalikan ke keluargamu", dengan niat talak, dan bahasa-bahasa lain dengan niat talak
  5. Talak itu sah baik dengan cara ucapan maupun tersebut atau dengan cara ditulis kalimat terseut di atas.
  6. Dalam melaksanakan talak hendaknya dipersaksikan kepada minimal dua orang laki-laki yang adil.
    فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا [٦٥:٢
    Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. [Al Quran Surat Talak ayat 2]

    2186 - حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ، أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَهُمْ، عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ، عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ، سُئِلَ عَنِ الرَّجُلِ يُطَلِّقُ امْرَأَتَهُ، ثُمَّ يَقَعُ بِهَا، وَلَمْ يُشْهِدْ عَلَى طَلَاقِهَا، وَلَا عَلَى رَجْعَتِهَا، فَقَالَ: «طَلَّقْتَ لِغَيْرِ سُنَّةٍ، وَرَاجَعْتَ لِغَيْرِ سُنَّةٍ، أَشْهِدْ عَلَى طَلَاقِهَا، وَعَلَى رَجْعَتِهَا، وَلَا تَعُدْ» رواه ابو داود كتب الطلاق
    ... dari Muthorif ibnu Abdillah sesungguhnya Imron bib Huushonin ditanya tentang seorang laki-laki yang mentalak istrinya kemudian menjimaknya (rujuk) dan tidak mempersaksikan atas mentalak dan merujuk istrinya tersebut. Maka Imron menjawab: “Engkau mentalak tidak sesuai dengan sunah (namun hukumnya tetap sah), mempersaksikanlah engkau atas mentalak istri dan atas merujuk istri dan engkau jangan mengulangi lagi (mencerai dan merujuk tanpa persaksian). [Hadist Abi Dawud Kitabu Thalak no. 2186]
  7. Talak itu baik dilakukan dengan sungguh-sungguh maupun dengan main-main / bergurau hukumnya sah, jatuh talak.