وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Kamis, 14 April 2011

NERAKA BAGI ORANG KAYA YANG TIDAK ZAKAT

Dalam Al Qur’an dan Hadist Nabi di jelaskan banyaknya ancaman dan Neraka Jahannam menanti bagi orang kaya yang tidak memahami akan kuwajibannya yang harus di jalankan diantaranya :

... وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ * يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ * سورة التوبة أية 34-35
“ … Dan Orang-Orang yang menyimpan emas dan perak (harta) dan tidak mau menInfakkannya kepada Sabillillah, Maka beritahukanlah pada mereka bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (Neraka). Pada harinya emas dan perak (harta) di panaskan di dalam Neraka Jahannam lalu di bakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu di katakana) Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri (tidak mau mengeluarkan zakatnya), Maka rasakanlah sekarang apa yang kamu simpan itu. [QS. At Taubah Ayat 34-35]”

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَا آَتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ... الأية * سورة آل عمران أية 180
“Dan janganlah menyangka sungguh Orang-Orang yang Bakhil (pelit) dengan harta Alloh yang di berikan kepadanya, Bahwa kebakhilan-Nya itu baik bagi mereka, tapi sebaliknya kebakhilan itu buruk bagi mereka, harta yang mereka bakhilkan itu akan di kalungkan di leher mereka kelak di hari Qiyamat … [QS. Ali Imron Ayat 180]”

بَابُ إِثْمِ مَانِعِ الْزَكَاةِ
“Bab dosanya orang yang melarang berzakat”

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِيْنَارٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ... الحديث * رواه صحيح البخاري
“Dari Abu Hurairoh berkata: Nabi bersabda: Barang siapa yang di beri harta oleh Alloh kemudian tidak mau menunaikan zakat-Nya, Maka harta tersebut pada hari Qiyamat akan di jelmakan menjadi seekor ular yang besar lagi gundul yang mempunyai dua taring dan kelak di hari Qiyamat akan di kalungkan pada mereka orang kaya yang tidak mau berzakat. [HR. Shohih Al Bukhori]”

Dan dalam menyikapi dalil tersebut diatas warga LDII yang rata-rata adalah warga yang ekonominya menengah kebawah bisa dan mampu menjalankan-Nya di antara-Nya suksesnya pembangunan Masjid, Pondok-Pondok Pesantren, Gedung DPD Kabupaten, Propinsi, Pusat dan lain-Nya.

Dalam hal ini peran aktif para Muballight-Mubalilighot dan para Ulamak LDII dengan rutin dan berkesinambungan untuk senantiasa menasehati dan mengarahkan kepada Jama’ah LDII untuk senang dan hoby di dalam menyisihkan sebagian hartanya baik benda maupun tenaganya untuk Sabillillah yang tidak lain hanya untuk mengembangkan dan meramut serta mengagungkan Syair-Syair Alloh agar Anak cucu kita bisa senantiasa untuk beribadah yang tidak lain adanya sarana dan prasarana yang memadahi, dan jika kita mau untuk mengagungkan Syair Alloh termasuk mau menyisihkan sebagian hartanya untuk Sabillillah demi kelancaran di dalam beribadah, maka demikian itu termasuk dari Taqwanya hati berdasarkan firman Alloh dalam Al-Qur’an :
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ * سورة الحج أية 32
“Dan barang siapa yang mau mengagungkan Syair-Syair Alloh, maka demikian itu termasuk dari Taqwanya hati. [QS. Al Haji Ayat 32]”

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

NERAKA BAGI ORANG KAYA YANG TIDAK ZAKAT

Dalam Al Qur’an dan Hadist Nabi di jelaskan banyaknya ancaman dan Neraka Jahannam menanti bagi orang kaya yang tidak memahami akan kuwajibannya yang harus di jalankan diantaranya :

... وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيْمٍ * يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ * سورة التوبة أية 34-35
“ … Dan Orang-Orang yang menyimpan emas dan perak (harta) dan tidak mau menInfakkannya kepada Sabillillah, Maka beritahukanlah pada mereka bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (Neraka). Pada harinya emas dan perak (harta) di panaskan di dalam Neraka Jahannam lalu di bakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu di katakana) Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri (tidak mau mengeluarkan zakatnya), Maka rasakanlah sekarang apa yang kamu simpan itu. [QS. At Taubah Ayat 34-35]”

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَا آَتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ... الأية * سورة آل عمران أية 180
“Dan janganlah menyangka sungguh Orang-Orang yang Bakhil (pelit) dengan harta Alloh yang di berikan kepadanya, Bahwa kebakhilan-Nya itu baik bagi mereka, tapi sebaliknya kebakhilan itu buruk bagi mereka, harta yang mereka bakhilkan itu akan di kalungkan di leher mereka kelak di hari Qiyamat … [QS. Ali Imron Ayat 180]”

بَابُ إِثْمِ مَانِعِ الْزَكَاةِ
“Bab dosanya orang yang melarang berzakat”

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِيْنَارٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ... الحديث * رواه صحيح البخاري
“Dari Abu Hurairoh berkata: Nabi bersabda: Barang siapa yang di beri harta oleh Alloh kemudian tidak mau menunaikan zakat-Nya, Maka harta tersebut pada hari Qiyamat akan di jelmakan menjadi seekor ular yang besar lagi gundul yang mempunyai dua taring dan kelak di hari Qiyamat akan di kalungkan pada mereka orang kaya yang tidak mau berzakat. [HR. Shohih Al Bukhori]”

Dan dalam menyikapi dalil tersebut diatas warga LDII yang rata-rata adalah warga yang ekonominya menengah kebawah bisa dan mampu menjalankan-Nya di antara-Nya suksesnya pembangunan Masjid, Pondok-Pondok Pesantren, Gedung DPD Kabupaten, Propinsi, Pusat dan lain-Nya.

Dalam hal ini peran aktif para Muballight-Mubalilighot dan para Ulamak LDII dengan rutin dan berkesinambungan untuk senantiasa menasehati dan mengarahkan kepada Jama’ah LDII untuk senang dan hoby di dalam menyisihkan sebagian hartanya baik benda maupun tenaganya untuk Sabillillah yang tidak lain hanya untuk mengembangkan dan meramut serta mengagungkan Syair-Syair Alloh agar Anak cucu kita bisa senantiasa untuk beribadah yang tidak lain adanya sarana dan prasarana yang memadahi, dan jika kita mau untuk mengagungkan Syair Alloh termasuk mau menyisihkan sebagian hartanya untuk Sabillillah demi kelancaran di dalam beribadah, maka demikian itu termasuk dari Taqwanya hati berdasarkan firman Alloh dalam Al-Qur’an :
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ * سورة الحج أية 32
“Dan barang siapa yang mau mengagungkan Syair-Syair Alloh, maka demikian itu termasuk dari Taqwanya hati. [QS. Al Haji Ayat 32]”