وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 01 Maret 2011

Penerapan Ekonomi Islam Semakin Meluas


Sofyan Syafri Harahap. (webpribadi)
"Semua pemerintah negara yang mengadopsi ekonomi kapitalisme sudah merasakan kegagalan sistem itu."
Medan, 27/2 (ANTARA) - Tumbuh suburnya lembaga keuangan khususnya perbankan berazaskan ekonomi Islam temasuk di negara nonmuslim dipicu sudah semakin terbuktinya sistem itu lebih bagus dari kapitalisme, kata Guru Besar Universitas Trisakti, Prof Dr Sofyan S. Harahap.

"Semua pemerintah negara yang mengadopsi ekonomi kapitalisme sudah merasakan kegagalan sistem itu antara lain terjadinya krisis keuangan dan melesunya pertumbuhan ekonomi dan akhirnya merasakan ekonomi berzaskan sistem Islam lebih baik dan karena itu mereka berlomba menjalankannya," ujarnya di Medan, Minggu.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan bahkan China, menurut dia, mulai dan semakin meningkatkan pengadopsian sistem ekonomi islami itu dan seharusnyalah Indonesia yang umat Islamnya mayoritas lebih gencar.

Dia menjelaskan, dalam menjalankan ekonomi Islam, pasar uang dan modal bukan untuk spekulasi atau meraih uang dari uang dan utang, tetapi menjadi ekuitas atau penyertaan yang akan membagi dana untung (profit), rugi (loss, pain), biaya (cost) secara bersama-sama.

Dampaknya lahir kooperasi, kolaborasi dan sinergi, jadi bukan kompetisi yang saling mematikan seperti sistem kapitalisme,

Direktur Eksekutif Islamic Banking & Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti itu menyebutkan, sejalan dengan terbuktinya ekonomi sistem Islam itu lebih baik dari kapitalisme, maka jumlah yang menerapkan sistem itu dipastikan akan terus bertumbuhan bahkan bisa menjadi sitem global.

"Sudah seharusnya pemerintah Indonesia juga menjalankan sistem itu ke semua kegiatan ekonominya", katanya.

Indonesia, kata dia, memang sudah semakin menyadari pentingnya ssitem itu dengan lahirnya peraturan tentang perbankan syariah.

Undang-undang Perbankan Syariah bersama dengan undang-undang (UU) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) bahkan juga sudah terbukti mampu membantu pemerintah mengatasi krisis ekonomi nasional.

Dia menegaskan, sistem pasar keuangan berbasis syariah banyak diadopsi karena di dalamnya bersifat universal yang berazakan keadilan, kebersamaan dan transparasi dalam upaya memberikan kemaslahatan kepada masyarakat umum.

"Ekonomi Islam adalah real based economy di mana merupakan kebalikan total dari ekonomi kapitalisme yang dibangun dengan monetary based economy", katanya menambahkan. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/247889/penerapan-ekonomi-islam-semakin-meluas

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Penerapan Ekonomi Islam Semakin Meluas


Sofyan Syafri Harahap. (webpribadi)
"Semua pemerintah negara yang mengadopsi ekonomi kapitalisme sudah merasakan kegagalan sistem itu."
Medan, 27/2 (ANTARA) - Tumbuh suburnya lembaga keuangan khususnya perbankan berazaskan ekonomi Islam temasuk di negara nonmuslim dipicu sudah semakin terbuktinya sistem itu lebih bagus dari kapitalisme, kata Guru Besar Universitas Trisakti, Prof Dr Sofyan S. Harahap.

"Semua pemerintah negara yang mengadopsi ekonomi kapitalisme sudah merasakan kegagalan sistem itu antara lain terjadinya krisis keuangan dan melesunya pertumbuhan ekonomi dan akhirnya merasakan ekonomi berzaskan sistem Islam lebih baik dan karena itu mereka berlomba menjalankannya," ujarnya di Medan, Minggu.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan bahkan China, menurut dia, mulai dan semakin meningkatkan pengadopsian sistem ekonomi islami itu dan seharusnyalah Indonesia yang umat Islamnya mayoritas lebih gencar.

Dia menjelaskan, dalam menjalankan ekonomi Islam, pasar uang dan modal bukan untuk spekulasi atau meraih uang dari uang dan utang, tetapi menjadi ekuitas atau penyertaan yang akan membagi dana untung (profit), rugi (loss, pain), biaya (cost) secara bersama-sama.

Dampaknya lahir kooperasi, kolaborasi dan sinergi, jadi bukan kompetisi yang saling mematikan seperti sistem kapitalisme,

Direktur Eksekutif Islamic Banking & Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti itu menyebutkan, sejalan dengan terbuktinya ekonomi sistem Islam itu lebih baik dari kapitalisme, maka jumlah yang menerapkan sistem itu dipastikan akan terus bertumbuhan bahkan bisa menjadi sitem global.

"Sudah seharusnya pemerintah Indonesia juga menjalankan sistem itu ke semua kegiatan ekonominya", katanya.

Indonesia, kata dia, memang sudah semakin menyadari pentingnya ssitem itu dengan lahirnya peraturan tentang perbankan syariah.

Undang-undang Perbankan Syariah bersama dengan undang-undang (UU) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) bahkan juga sudah terbukti mampu membantu pemerintah mengatasi krisis ekonomi nasional.

Dia menegaskan, sistem pasar keuangan berbasis syariah banyak diadopsi karena di dalamnya bersifat universal yang berazakan keadilan, kebersamaan dan transparasi dalam upaya memberikan kemaslahatan kepada masyarakat umum.

"Ekonomi Islam adalah real based economy di mana merupakan kebalikan total dari ekonomi kapitalisme yang dibangun dengan monetary based economy", katanya menambahkan. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/247889/penerapan-ekonomi-islam-semakin-meluas