وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Minggu, 30 Januari 2011

Upah Mengajarkan Al-Quran

Hadist Ibni Majah Jus 2 No. 2148 Bab Imbalan atas Mengajarkan Al-Quran (Shohih)


2148 - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُغِيرَةُ بْنُ زِيَادٍ الْمَوْصِلِيُّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ ثَعْلَبَةَ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ عَلَّمْتُ نَاسًا مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ الْقُرْآنَ وَالْكِتَابَةَ فَأَهْدَى إِلَيَّ رَجُلٌ مِنْهُمْ قَوْسًا فَقُلْتُ لَيْسَتْ بِمَالٍ وَأَرْمِي عَنْهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا فَقَالَ إِنْ سَرَّكَ أَنْ تُطَوَّقَ بِهَا طَوْقًا مِنْ نَارٍ فَاقْبَلْهَا
Ubadah bin Shomit meriwayatkan: Aku mengajar manusia dari ahli masjid pada Al-Quran dan tulis menulis, maka seorang laki-laki memberiku hadiah sebuah busur panah. Aku (Ubadah bin Shomit) katakan, "tidak ada benda lain". Dan aku jatuhkan (shodakohkan) busur tersebut dalam sabilillah. Kemudian aku tanyakan hal tersebut pada Rasulullah SAW. Maka Nabi menjawab,”Seandainya engkau suka dikalungi busur tersebut dari kalung api maka terimalah”.

Hadist Ibni Majah Jus 2 No. 2149 Bab Imbalan atas Mengajarkan Al-Quran (Shohih)

2149 - حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي سَهْلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَلْمٍ عَنْ عَطِيَّةَ الْكَلَاعِيِّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ عَلَّمْتُ رَجُلًا الْقُرْآنَ فَأَهْدَى إِلَيَّ قَوْسًا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنْ أَخَذْتَهَا أَخَذْتَ قَوْسًا مِنْ نَارٍ فَرَدَدْتُهَا
… dari Abi bin Ka’bin meriwayatkan aku mengajar seseorang pada Al-Quran maka aku diberi hadiah sebuah busur panah. Maka aku melaporkan masalah tersebut pada Rasulillah SAW. Maka (Rasulullah SAW) menjawab,”Jika engkau menerimanya engkau akan menerima busur api (di neraka)”. Maka aku kembalikan busur tersebut

Keterangan:
  • Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa seseorang DILARANG menerima apapun sebagai imbalan mengajarkan Al-Quran atau secara umum mengajarkan agama.
  • Hendaknya seseorang tidak menjadikan mengajar agama sebagai profesi / alat untuk mencari penghidupan.

4 komentar :

You_soap mengatakan...

ada yg menerangkan dalil itu mansuh dengan hadits sebelumnya dan diterangkan pula jika tidak minta diperbolehkan, mohon penjelasan lebih lanjut...ajkk

Anonim mengatakan...

.yang saya kaji n fahami.kalo mengajar dya minta upah itu memang tidak boleh,tapi kalo dia diberi ssutu tanpa ia mmeminta'nya dya boleh mnerima'nya..

Seksi Dakwah LDII Sidoarjo mengatakan...

Maksud dan penjelasan hadits di atas adalah pada awalnya orang ini sudah berniat ingin meminta dan ingin menerima imbalan dari mengajarnya dan kalau masalah ngajar dan taua tau di beri hadiah yang tren2nya adalah dapat Ukhro itu ya ngak apa2 seperti yang di jelaskan dalam Al quran :
وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِين* سورة صف أية 13

alwi INISNU mengatakan...

sabab al-wurud dari hadits pertama bagaimana? tolong jelaskan.

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Upah Mengajarkan Al-Quran

Hadist Ibni Majah Jus 2 No. 2148 Bab Imbalan atas Mengajarkan Al-Quran (Shohih)


2148 - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُغِيرَةُ بْنُ زِيَادٍ الْمَوْصِلِيُّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ ثَعْلَبَةَ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ عَلَّمْتُ نَاسًا مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ الْقُرْآنَ وَالْكِتَابَةَ فَأَهْدَى إِلَيَّ رَجُلٌ مِنْهُمْ قَوْسًا فَقُلْتُ لَيْسَتْ بِمَالٍ وَأَرْمِي عَنْهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا فَقَالَ إِنْ سَرَّكَ أَنْ تُطَوَّقَ بِهَا طَوْقًا مِنْ نَارٍ فَاقْبَلْهَا
Ubadah bin Shomit meriwayatkan: Aku mengajar manusia dari ahli masjid pada Al-Quran dan tulis menulis, maka seorang laki-laki memberiku hadiah sebuah busur panah. Aku (Ubadah bin Shomit) katakan, "tidak ada benda lain". Dan aku jatuhkan (shodakohkan) busur tersebut dalam sabilillah. Kemudian aku tanyakan hal tersebut pada Rasulullah SAW. Maka Nabi menjawab,”Seandainya engkau suka dikalungi busur tersebut dari kalung api maka terimalah”.

Hadist Ibni Majah Jus 2 No. 2149 Bab Imbalan atas Mengajarkan Al-Quran (Shohih)

2149 - حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي سَهْلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَلْمٍ عَنْ عَطِيَّةَ الْكَلَاعِيِّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ عَلَّمْتُ رَجُلًا الْقُرْآنَ فَأَهْدَى إِلَيَّ قَوْسًا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنْ أَخَذْتَهَا أَخَذْتَ قَوْسًا مِنْ نَارٍ فَرَدَدْتُهَا
… dari Abi bin Ka’bin meriwayatkan aku mengajar seseorang pada Al-Quran maka aku diberi hadiah sebuah busur panah. Maka aku melaporkan masalah tersebut pada Rasulillah SAW. Maka (Rasulullah SAW) menjawab,”Jika engkau menerimanya engkau akan menerima busur api (di neraka)”. Maka aku kembalikan busur tersebut

Keterangan:
  • Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa seseorang DILARANG menerima apapun sebagai imbalan mengajarkan Al-Quran atau secara umum mengajarkan agama.
  • Hendaknya seseorang tidak menjadikan mengajar agama sebagai profesi / alat untuk mencari penghidupan.