وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
Sabtu, 28 Agustus 2010

‘Itikaf dan Lailatul Qodr Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

‘Itikaf merupakan salah satu program ibadah dari Lima Sukses Ramadhan yang sangat ditekankan dalam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). ‘Itikaf adalah berdiam diri di dalam Masjid sambil mengerjakan berbagai aktifitas ibadah seperti; shalat sunah, berdoa, berzikir atau membaca Al-Quran.
Al Quran surat Al Qodr ayat 1 - 5
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ* ١ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ* ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ* ٣ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ* ٤ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ* القران سورة القدر
Sesungguhnya Aku (Allah) menurunkan Al-Quran dalam malam Qodr. Apakah yang engkau ketahui tentang Malam Qodr? Lailatul Qodr lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Minggu, 22 Agustus 2010

Wanita Haid Saat Puasa

عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلِتُ مَابَالُ الحَائِضِ تَقْضِيِ الصَوْمَ وَلاَ تَقْضِي الصَّلَاةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّيْ أَسْأَلُ قَالَتْ كَانَ يُصِيْبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِالصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ* رواه مسلم في كتب الحيض
Dari Muadah bercerita, saya bertanya pada ‘Aisah (istri Nabi SAW),
Saya tanyakan,“Mengapa wanita yang haid harus mengkodho (membayar) puasa dan tidak mengkodho’ shalat?”
‘Aisah menjawab,”Apakah engkau orang Kharuriyah?”
Saya menjawab,”Saya bukan orang Kharuriyah, namun saya bertanya”.
‘Aisah berkata,”Suatu ketika saya mengalami haid maka saya diperintah (oleh Nabi) mengkodho’ puasa dan tidak diperintah mengkodho’ shalat.”
Hadist riwayat Muslim dalam Kitabu Haid
Jumat, 20 Agustus 2010

Muntah Saat Berpuasa

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةً عَنِ النَّبِيِّ صلى اللهِ عليه وسلم قَالَ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنِ استَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ* رواه ابن ماجة في كتاب الصيام - صحيح
Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW, Nabi bersabda,”Barangsiapa terpaksa (tidak sengaja) muntah maka tidak wajib mengkodho’ (mengulangi puasa) atasnya dan barang siapa dengan sengaja muntah maka wajib baginya mengkodho (mengulangi puasa).
Hadist riwayat Ibnu Majah dalam Kitabushiam (shohih)

Dengan hadist tersebut para ulama LDII menyimpulkan:
  • orang yang tidak sengaja muntah saat berpuasa, puasanya TIDAK BATAL
  • orang yang sengaja muntah saat puasa maka puasanya batal dan ia wajib mengulangi (mengkodho') puasanya di lain waktu

MUI: 10 Kriteria Aliran Sesat Islam

LDII Sidoarjo - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Rapat Kerja Nasional MUI tahun 2007 yang digelar pada Selasa 6 Nopember 2007 di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, dihadiri seluruh pengurus MUI, ketua dan sekretaris MUI Provinsi se-Indonesia menghasilkan Sepuluh kriteria aliran sesat Islam yaitu:
  1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam;
  2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tak sesuai dengan al-Quran dan sunnah;
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah al-Quran;
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi al-Quran;
  5. Melakukan penafsiran al-Quran yang tak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir;
  6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam;
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul;
  8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir;
  9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak lima waktu;
  10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i seperti mengkafirkan Muslim hanya karena bukan kelompoknya.
Kamis, 19 Agustus 2010

Jam Raksasa Mekah Saingi GMT

Jakarta (ANTARA News) - LDII Sidoarjo - Selama lebih dari satu abad, sebuah titik di bukti sebelah tenggara London telah diakui sebagai titik pusat waktu dunia dan titik resmi awal setiap hari baru.

Masa kejayaan 'Greenwich Mean Time' (GMT) akan segera pudar dengan dibangunnya menara jam raksasa di Kota Mekah, yang akan menjadi acuan waktu bagi 1,5 miliar umat muslim di dunia. Jam raksasa itu mulai berdetak Kamis waktu setempat yang juga menjadi hari pertama ibadah puasa menyambut Bulan Ramadhan 1431 H (12/08/2010).

Jam raksasa itu juga terletak di pusat mega kompleks yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi dan di sana juga akan didirikan hotel-hotel, pusat perbelanjaan, dan gedung pertemuan. Dibangun mirip dengan Menara St Stephen, tempat ikon kota London, Jam Big Ben, dan Empire State Building di Amerika Serikat, menara baru di Arab Saudi itu berusaha mengalahkan rival Inggrisnya dari segala sisi.
Rabu, 18 Agustus 2010

Pondok Pesantren LDII An-Nur Sragen Jawa Tengah

Anda ingin mempunyai putra putri yang menguasai ilmu Quran Hadist dan faqih dalam beribadah namun tidak ingin meninggalkan bangku sekolah? Maka Pondok Pesantren An-Nur Sragen adalah pilihan yang tepat. Pondok Pesantren ini memberikan pengajaran Quran Hadist sekaligus memberikan kesempatan bagi para santrinya untuk melanjutkan pendidikan umum di SMP, SMU dan SMK terdekat.

Pondok Pesantren An-Nur Sragen merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran dan Al-Hadist di bawah pengelolaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Lokasinya sangat strategis, yaitu masuk 50 meter dari Jl. Raya Karanganyar-Sragen tepat di sebelah RSUD Sragen Kota. Atau perjalanan 5 (lima) menit (2,6 KM) dari Stasiun Sragen Jalan Salak. Alamat tepatnya Desa Gudang Kapuk Kecamatan Sragen Wetan Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah. Kontak / Telpon 0271-7084094.
Senin, 16 Agustus 2010

Hukumnya Menjima’ Istri Saat Puasa Ramadhan

عَنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ أنَّ رَجُلًا وَقَعَ بِاِمْرَأَتِهِ فِيْ رَمَضَانَ فَسْتَفْتَى رَسُولُ اللهِ صلى اللهِ عليه وسلم فَقَالَ هَلْ تَجِدُ رَقَبَةُ قَالَ لَا قَالَ هَلْ تَسْتَطِيْعُ صِيَامَ شَهْرَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَأَطْعِمْ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا* رواه البخارى في كتاب الحدود
Dari Abi Hurairah, sesungguhnya seorang laki-laki menjima' istrinya dalam puasa Ramadhan, maka minta pituah kepada Rasulullah SAW, maka Nabi bersabda,"Apakah engkau menjumpai seorang budak?, sang laki-laki menjawab,"Tidak". Nabi bersabda,"Apakah mampu engkau berpuasa dua bulan berturut-turut?, sang laki-laki menjawab,"Tidak", Nabi bersabda,"Maka berilah makan enam puluh orang miskin".

Berdasarkan dalil tersebut para ulama LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) berijtihad kepada para jamaah yang menjima' (berhubungan sex) suami istri saat berpuasa Ramadhan sebagai berikut;
  • Jamaah yang berhubungan sex suami istri saat puasa Ramadhan puasanya batal pada hari itu namun supaya tetap melanjutkan puasanya pada hari tersebut
  • Mereka dikenakan kafaroh berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau bila tidak mampu, memberi makan kepada 60 (enam puluh) orang fakir miskin
  • Mereka wajib mengganti / membayar puasanya di hari lain di luar Ramadhan
Selasa, 10 Agustus 2010

Belajar Nahwu Shorof Kilat di Ponpes LDII Lengkong

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak mengajarkan ilmu Nahwu Shorof kepada jamaah umum, mengingat tingkat kesulitan yang tinggi pada ilmu Nahwu Shorof ini. Pengajaran Quran dan Hadist di LDII dibuat semudah mungkin agar bisa diterima, difahami dan diamalkan oleh seluruh jamaah yang memiliki latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan berbeda-beda. Para Ulama LDII berpendapat, jamaah jangan sampai merasa enggan dan berat menerima kebenaran Quran Hadist karena terbentur kesulitan ilmu Nahwu Shorof yang sebenarnya hanya alat, bukan ilmu utama.

Namun demikian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membuka kelas spesialis Nahwu Shorof khusus bagi para mubaligh dan Mubalighot di Pondok Pesantren Millenium Alfina Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Kelas Nahwu Shorof ini dilaksanakan secara periodik dua bulan sekali atau lima kali dalam setahun. Apabila di Universitas pelajaran nahwu shorof harus ditempuh beberapa semester namun di Ponpes Lengkong ini cukup dua bulan untuk menguasai inti dari Ilmu Nahwu Shorof. Setiap gelombang kelas ini diikuti antara 50 sampai 100 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Adalah Ustadz KH. Endang Sudrajat atas ijin Allah berhasil menyusun metoda kilat pengajaran Ilmu Nahwu Shorof sehingga mudah dan cepat dikuasai oleh siswa. Akan tetapi Ustadz Endang yang mantan aktifis PERSIS ini mensyaratkan peserta kelas Nahwu shorof ini sedikitnya harus bisa membaca Al Quran, dapat menulis huruf pegon dan telah menguasai makna Al Quran & Al Hadist atau sudah lulus mubaligh. Untuk benar-benar menguasai Ilmu Nahwu shorof para siswa harus mempraktekkan teori yang didapat di kelas setelah kembali ke kelompok pengajian masing-masing.
Minggu, 08 Agustus 2010

Lima Sukses Ramadhan

Setiap Ramadhan tiba para Ulama LDII menegaskan kembali ijtihad yang dikenal dengan “Lima Sukses Ramadhan”. Istilah “Lima Sukses Ramadhan” sebenarnya tidak ada dalam Al Quran dan Al Hadist namun ijtihad ini merupakan program ibadah yang perlu dikeluarkan untuk menyadarkan para jamaah terhadap amalan-amalan yang tidak boleh dilewatkan.
Dalam bulan Ramadhan tidak hanya puasa namun banyak sekali amalan sunah yang sangat besar pahalanya. Jamaah LDII supaya tidak terlena dan menyia-nyiakan peluang ibadah di bulan suci ini.
Program ibadah Lima Sukses Ramadhan meliputi:
  1. Sukses berpuasa Ramadhan.
  2. Sukses Sholat sunah / sholat lail.
  3. Sukses tadarus / rmembaca Al-Quran.
  4. Sukses lailatul Qodar.
  5. Sukses zakat fitrah dan shodakoh.
حَدَثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُوْ مُعَوِيَةَ وَوَكِيْعٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِىْ صَالِحٍ عَنْ أَبِى هُريْرةَ قَالَ قَالَ رَسُوْاللهِ صلى اللهُ عليه وسلم كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى مَاشّآءَ اللهُ يَقُلُ اللهُ إلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِىْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ* رواه ابن ماجة كتاب الصيام
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda setiap amalan Ibnu Adam (manusia) dilipatgandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali seperti amalan tersebut sampai tujuh puluh kali lipat hingga sekehendak Allah. Allah berfirman, “kecuali berpuasa, sesungguhnya berpuasa itu bagiku, aku sendiri yang membalas karena telah menahan syahwatnya dan minumnya sampai waktunya. Bagi orang yang berpuasa dua kesenangan, kesenangan pertama ketika berbuka dan kesenangan kedua ketika berjumpa dengan Tuhannya. Dan bau busuk mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah darpada minyak kasturi". Hadist riwayatt Ibnu Majah Kitabushiam.
Minggu, 01 Agustus 2010

Jambore Caberawit LDII

Mengasah Kepahaman Agama Sambil Rekreasi dan Bermain


Memberikan pemahaman agama Islam yang benar pada anak-anak tidak hanya dilakukan di dalam masjid atau mushalla, namun bisa dilaksanakan di ruang terbuka, sambil berekreasi dan bermain. LDII Sidoarjo, Minggu 18 Juli 2010, mengajak para caberawit / anak-anak usia Sekolah Dasar se Sidoarjo berekreasi ke Bumi Perkemahan CAI "KOSAMBIWOJO" dusun Komboh desa Sambirejo kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Even ini merupakan program liburan sekolah yang tidak hanya asyik namun juga mengandung unsur edukasi.

Manfaat model pembinaan seperti ini antara lain:
  1. Dalam forum ini anak-anak diajari “real life skill”, ketrampilan hidup yang nyata seperti; saling mengenal dan berkomunikasi sesama jamaah dari berbagai kelompok lain, bisa mengenal para ulama, para mubaligh dan mubalighot serta pengurus LDII lainnya.
  2. Dengan penayangan film, anak-anak diajar untuk bisa hormat dan bersukur kepada kedua orang tua, para mubaligh dan para ulama’.
  3. Melalui berbagai macam lomba, anak-anak dilatih untuk memiliki tabiat rukun, kompak dan kerjasama antar jamaah.
  4. Dengan bermain dan jalan-jalan di alam terbuka diharapkan anak-anak bisa mengagumi dan mensyukuri ciptaan Allah dan timbul sifat mencintai alam.
  5. Acara ini sebagai selingan untuk meningkatkan motivasi belajar para anak didik sekaligus menghilangkan suasana belajar yang kaku, membosankan dan terpaksa.