وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Minggu, 26 Desember 2010

Mubaligh LDII

Dadang Zakaria, asal Magetan Jawa Timur, salah seorang dari ribuan mubaligh muda LDII sedang mengajarkan Al Quran (bacaan, makna dan keterangan) di kelompok PAC LDII desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui Pondok Pesantren Wali Barokah Burengan Kediri, Jawa Timur setiap bulan menyebarkan antara 600 s/d 700 orang mubaligh dan mubalighot ke seluruh kelompok pengajian PAC LDII yang ada hampir di seluruh desa di Indonesia, untuk mengajarkan ilmu Quran Hadist sekaligus membimbing ibadah jamaah Muslim yang ada di desa-desa.

Qualifikasi Mubaligh dan Mubalighot LDII adalah khatam Quran 30 jus, bacaan, makna dan keterangan (tafsir), dan khatam 15 hadist himpunan. Para santri calon Mubaligh dan Mubalighot LDII rata-rata usia SMP (12 tahun) hingga SMA (17 tahun). Mereka adalah para generasi muda Muslim yang terpanggil untuk melestarikan dan menyebarkan ilmu Quran dan Hadist kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

Dibutuhkan waktu antara 9 hingga 12 bulan untuk lulus menjadi pengajar Quran hadist di LDII. Para anak usia sekolah tersebut tidak harus meninggalkan bangku sekolah untuk menyandang predikat Mubaligh atau Mubalighot karena beberapa pondok LDII telah menerapkan sistem terpadu antara pendidikan Quran Hadist dan sekolah umum, antara lain:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Mubaligh LDII

Dadang Zakaria, asal Magetan Jawa Timur, salah seorang dari ribuan mubaligh muda LDII sedang mengajarkan Al Quran (bacaan, makna dan keterangan) di kelompok PAC LDII desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui Pondok Pesantren Wali Barokah Burengan Kediri, Jawa Timur setiap bulan menyebarkan antara 600 s/d 700 orang mubaligh dan mubalighot ke seluruh kelompok pengajian PAC LDII yang ada hampir di seluruh desa di Indonesia, untuk mengajarkan ilmu Quran Hadist sekaligus membimbing ibadah jamaah Muslim yang ada di desa-desa.

Qualifikasi Mubaligh dan Mubalighot LDII adalah khatam Quran 30 jus, bacaan, makna dan keterangan (tafsir), dan khatam 15 hadist himpunan. Para santri calon Mubaligh dan Mubalighot LDII rata-rata usia SMP (12 tahun) hingga SMA (17 tahun). Mereka adalah para generasi muda Muslim yang terpanggil untuk melestarikan dan menyebarkan ilmu Quran dan Hadist kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

Dibutuhkan waktu antara 9 hingga 12 bulan untuk lulus menjadi pengajar Quran hadist di LDII. Para anak usia sekolah tersebut tidak harus meninggalkan bangku sekolah untuk menyandang predikat Mubaligh atau Mubalighot karena beberapa pondok LDII telah menerapkan sistem terpadu antara pendidikan Quran Hadist dan sekolah umum, antara lain: