وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Sabtu, 11 Desember 2010

Keutamaan Haji Mabrur

Ciri-Ciri Haji Mabrur

  1. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang dalam pelaksanaan Hajinya sesuai dengan Sunnah atau أَصَابَ السُّنَّةَ, berdasarkan dalil:
    خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ, لَعَلِّيْ لاَ أَرَاكُمْ بَعْدَ عَامِيْ هَذَا * رواه البيهقي عن جابر ( صحيح )
    Ambilah dariku ( Nabi ) tentan tuntunan Haji kalian, Barang kali setelah tahun ini saya tidak melihat kalian. ( HR. Al Baihaqi }
  2. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang Hajinya tidak dicampuri pelanggaran dan dosa-dosa, seperti ngomong jorok atau mencuri dan lain-lain yang semua kategori jelek هُوَ الْحَجُّ الَّذِيْ لاَ يُخَالِطُهُ إِثْمٌ, berdasarkan dalil:
    مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ * رواه صحيح البخاري في كتاب الحج
    Barang siapa yang Haji karna Alloh, Kemudian dia tidak menjimak istrinya (dalam keadaan ihrom) dan tidak melanggar ( larangan secara umum atau larangan Haji), Maka setelah pulang Haji dia ibarat anak yang baru dilahirkan oleh Ibunya. ( HR.Shohih Al Bukhori )
  3. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang dalam Haji dan pulang dari Hajinya selalu mempunyai jiwa penolong kepada orang yang berhak ditolong
  4. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang Akhlak/budi pekerti luhurnya meningkat, sopan santun/andap asornya meningkat, tata kramanya meningkat, yang ditengarahi/ditandai dengan ucapan yang baik, ucapan yang lemah lembut, Berdasarkan dalil:
    سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ : مَا بِّرُ الْحَجِّ ,,,؟ قاَلَ إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَطَيِّبُ الكَلاَمِ * رواه الحاكم في المستدرك { وَفِيْ رِوَايَةٍ ِلأَحْمَدِ وَالْبَيْهَقِيْ : إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السَّلاَمِ }
    Nabi ditanya, apa mabrurnya Haji itu ,,,? Nabi menjawab, memberi makan dan memperbaiki ucapanya. ( HR. Al Hakim ), Memberi makan dan menyiarkan salam. ( HR. Ahmad dan Al Baihaqi )
  5. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang setelah Haji dalam urusan dunia tambah zuhud, tambah muntawarik, tambah hati-hati, lebih menjaga tentang halal harom, hak dan bathal, shah dan tidak sah, melanggar dan tidak melanggar, sehingga urusan dunianya tidak mempengaruhi/merusak akhirot/ibadahnya. dalam urusan Ibadah/urusan akhirot lebih semangat daripada sebelum Haji, Berdasarkan dalil:
    وَقَالَ الْحَسَنُ : أَنْ يَرْجِعَ زَاهِدًا فِيْ الدُّنْيَا رَغِبًا فِيْ اْلآخِرَةِ * ( في فقه السنة )
    Dan Khasan ( perowi khadits ) berkata, Yang dikatakan Orang yang Hajinya Mabrur ialah setelah pulang tambah zuhud dalam urusan dunianya, tidak tamak dan senang menolong kepada yang berhak untuk ditolong, dan senang dalam urusan akhiroh

Keutamaan Haji Mabrur

  1. Mereka menjadi tamu Alloh berdasarkan dalil:
  2. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : الْغَازِيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ * رواه سنن إبن ماجة في كتاب المناسك {حسن},
    Nabi bersabda, Orang yang berperang di dalam sabilillah dan orang yang haji serta umroh itu adalah tamu Alloh, Alloh memanggil mereka dan mereka mendatanginya dan mereka meminta kepada Alloh dan Alloh memberi kepadanya. ( HR. Sunnan Ibnu Majah )
  3. Kalau berdoa pasti akan terkabul, Berdasarkan dalil:
  4. الْحُجَّاجُ والْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ سَالُوْا أُعْطُوْا وَإِنْ دَعَوْا أُجِيْبُوْا وَإِنْ أَنْفَقُوْا أُخْلِفَ لَهُمْ ... الحديث * رواه البيهقي ( ضعيف )
    Orang yang Haji dan orang yang Umroh itu tamunya Alloh, Jika mereka minta, Alloh memberinya dan jika berdoa, Alloh mengabulkan serta jika mereka Infak, Alloh menggantinya. ( HR. Al Baihaqi ), dan tidak akan melarat, Berdasarkan dalil:
    مَا أَمْعَرُ حَاجٌّ قَطٌّ قِيْلَ لِجَابِرٍ مَا اْلإِمْعَارُ ,,,؟ قَالَ : إفْتَقَرَ * رواه الطبراني والبزار ( ضعيف )
    Orang yang Haji tidak akan Im'ar, ditanyakan pada jabir, apa yang dimaksud Im'ar ,,,? Jabir menjawab: "MELARAT". ( HR. At Thobroni dan Al Bazar
  5. Pahalanya dilipatkan lipatan tanah kharom, seperti khadits riwayat Ibnu khuzaimah dan hakim
  6. Bisa berdoa ditempat-tempat yang mustajab, seperti diMusdalifah, di Shofa Marwa, diMultazam dan lain-lain dan masih banyak lagi kefadholan yang ada didalam Haji

1 komentar :

ahmad fatoni fw mengatakan...

Jazakallahu khoiron. penjelasan yang sangat bermanfaat.

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Keutamaan Haji Mabrur

Ciri-Ciri Haji Mabrur

  1. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang dalam pelaksanaan Hajinya sesuai dengan Sunnah atau أَصَابَ السُّنَّةَ, berdasarkan dalil:
    خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ, لَعَلِّيْ لاَ أَرَاكُمْ بَعْدَ عَامِيْ هَذَا * رواه البيهقي عن جابر ( صحيح )
    Ambilah dariku ( Nabi ) tentan tuntunan Haji kalian, Barang kali setelah tahun ini saya tidak melihat kalian. ( HR. Al Baihaqi }
  2. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang Hajinya tidak dicampuri pelanggaran dan dosa-dosa, seperti ngomong jorok atau mencuri dan lain-lain yang semua kategori jelek هُوَ الْحَجُّ الَّذِيْ لاَ يُخَالِطُهُ إِثْمٌ, berdasarkan dalil:
    مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ * رواه صحيح البخاري في كتاب الحج
    Barang siapa yang Haji karna Alloh, Kemudian dia tidak menjimak istrinya (dalam keadaan ihrom) dan tidak melanggar ( larangan secara umum atau larangan Haji), Maka setelah pulang Haji dia ibarat anak yang baru dilahirkan oleh Ibunya. ( HR.Shohih Al Bukhori )
  3. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang dalam Haji dan pulang dari Hajinya selalu mempunyai jiwa penolong kepada orang yang berhak ditolong
  4. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang Akhlak/budi pekerti luhurnya meningkat, sopan santun/andap asornya meningkat, tata kramanya meningkat, yang ditengarahi/ditandai dengan ucapan yang baik, ucapan yang lemah lembut, Berdasarkan dalil:
    سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ : مَا بِّرُ الْحَجِّ ,,,؟ قاَلَ إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَطَيِّبُ الكَلاَمِ * رواه الحاكم في المستدرك { وَفِيْ رِوَايَةٍ ِلأَحْمَدِ وَالْبَيْهَقِيْ : إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السَّلاَمِ }
    Nabi ditanya, apa mabrurnya Haji itu ,,,? Nabi menjawab, memberi makan dan memperbaiki ucapanya. ( HR. Al Hakim ), Memberi makan dan menyiarkan salam. ( HR. Ahmad dan Al Baihaqi )
  5. Orang yang Hajinya Mabrur ialah orang yang setelah Haji dalam urusan dunia tambah zuhud, tambah muntawarik, tambah hati-hati, lebih menjaga tentang halal harom, hak dan bathal, shah dan tidak sah, melanggar dan tidak melanggar, sehingga urusan dunianya tidak mempengaruhi/merusak akhirot/ibadahnya. dalam urusan Ibadah/urusan akhirot lebih semangat daripada sebelum Haji, Berdasarkan dalil:
    وَقَالَ الْحَسَنُ : أَنْ يَرْجِعَ زَاهِدًا فِيْ الدُّنْيَا رَغِبًا فِيْ اْلآخِرَةِ * ( في فقه السنة )
    Dan Khasan ( perowi khadits ) berkata, Yang dikatakan Orang yang Hajinya Mabrur ialah setelah pulang tambah zuhud dalam urusan dunianya, tidak tamak dan senang menolong kepada yang berhak untuk ditolong, dan senang dalam urusan akhiroh

Keutamaan Haji Mabrur

  1. Mereka menjadi tamu Alloh berdasarkan dalil:
  2. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : الْغَازِيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوْهُ وَسَأَلُوْهُ فَأَعْطَاهُمْ * رواه سنن إبن ماجة في كتاب المناسك {حسن},
    Nabi bersabda, Orang yang berperang di dalam sabilillah dan orang yang haji serta umroh itu adalah tamu Alloh, Alloh memanggil mereka dan mereka mendatanginya dan mereka meminta kepada Alloh dan Alloh memberi kepadanya. ( HR. Sunnan Ibnu Majah )
  3. Kalau berdoa pasti akan terkabul, Berdasarkan dalil:
  4. الْحُجَّاجُ والْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ سَالُوْا أُعْطُوْا وَإِنْ دَعَوْا أُجِيْبُوْا وَإِنْ أَنْفَقُوْا أُخْلِفَ لَهُمْ ... الحديث * رواه البيهقي ( ضعيف )
    Orang yang Haji dan orang yang Umroh itu tamunya Alloh, Jika mereka minta, Alloh memberinya dan jika berdoa, Alloh mengabulkan serta jika mereka Infak, Alloh menggantinya. ( HR. Al Baihaqi ), dan tidak akan melarat, Berdasarkan dalil:
    مَا أَمْعَرُ حَاجٌّ قَطٌّ قِيْلَ لِجَابِرٍ مَا اْلإِمْعَارُ ,,,؟ قَالَ : إفْتَقَرَ * رواه الطبراني والبزار ( ضعيف )
    Orang yang Haji tidak akan Im'ar, ditanyakan pada jabir, apa yang dimaksud Im'ar ,,,? Jabir menjawab: "MELARAT". ( HR. At Thobroni dan Al Bazar
  5. Pahalanya dilipatkan lipatan tanah kharom, seperti khadits riwayat Ibnu khuzaimah dan hakim
  6. Bisa berdoa ditempat-tempat yang mustajab, seperti diMusdalifah, di Shofa Marwa, diMultazam dan lain-lain dan masih banyak lagi kefadholan yang ada didalam Haji