وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Sabtu, 01 Januari 2011

Imam Al-Ghazali, Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (Bagian 2)

Sebelum terjadi Perang Salib Satu dan seterusnya, hampir seluruh dunia dikuasai kaum Ahlus-Sunnah. Ibnu Katsir menjelaskan berkenaan dengan hal tersebut berdasarkan Firman Allah dan merujuk sejarah yang ada. Hanya saja di dalam kitab tersebut tidak ada istilah Perang Salib:
{ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (55) } هَذاَ وَعْدٌ مِنَ اللهِ لِرَسُوْلِهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ بِأَنَّهُ سَيَجْعَلُ أُمَّتَهُ خُلَفاَءَ اْلأَرْضِ، أَيْ: أَئِمَّةَ الناَّسِ وَالْوُلاَةَ عَلَيْهِمْ، وَبِهِمْ تَصْلُحُ الْبِلاَدُ، وَتَخْضَعُ لَهُمُ الْعِباَدُ، وَلَيُبَدِّلَنَّ بَعْدَ خَوْفِهِمْ مِنَ النَّاسِ أَمْناً وَحُكْماً فِيْهِمْ، وَقَدْ فَعَلَ تَباَرَكَ وَتَعاَلَى ذَلِكَ. وَلَهُ اْلحَمْدُ وَالمِنَّةُ، فَإِنَّهُ لَمْ يَمُتْ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ حَتَّى فَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ مَكَّةَ وَخَيْبَرَ وَالْبَحْرَيْنِ، وَساَئِرَ جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَأَرْضَ الْيَمَنِ بِكَماَلِهاَ. وَأَخَذَ اْلجِزْيَةَ مِنْ مَجُوْسِ هَجَرَ، وَمِنْ بَعْضِ أَطْراَفِ الشَّامِ، وَهاَداَهُ هِرَقْلُ مَلِكُ الرُّوْمِ وَصاَحِبُ مِصْرَ وَاْلإِسْكَنْدَرِيَّةِ -وَهُوَ الْمُقَوْقِسُ -وَمُلُوْكُ عُمَانَ وَالنَّجاَشِيُّ مَلِكُ الْحَبَشَةِ، الَّذِيْ تَملَّكَ بَعْدَ أَصْحَمَةَ، رَحِمَهُ اللّهُ وَأَكْرَمَهُ ثُمَّ لَمَّا مَاتَ رَسُولِ اللّهِ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَاخْتاَرَ اللهُ لَهُ مَا عِنْدَهُ مِنَ الْكَرَامَةِ ، قاَمَ بِاْلأَمْرِ بَعْدَهُ خَلِيْفَتُهُ أَبُو بَكْرِ الصّدّيقُ، فَلَمَّ شَعَثَ ماَ وَهَى عِنْدَ مَوْتِهِ، عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ وَأَطَّدَ جَزِيْرَةَ الْعَرَبِ وَمَهَدَهاَ، وَبَعَثَ الْجُيُوْشَ اْلإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى بِلاَدِ فاَرِسَ صُحْبَةَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ، فَفَتَحُوْا طَرَفاً مِنْهاَ، وَقَتَلُوْا خَلْقاً مِنْ أَهْلِهاَ. وَجَيْشاً آخَرَ صُحْبَةَ أَبِيْ عُبَيْدَةَ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، وَمَنْ مَعَهُ مِنَ اْلأُمَراَءِ إِلَى أَرْضِ الشَّامِ، وَثاَلِثًا صُحْبَةَ عَمْرِو بْنِ الْعاَصِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، إِلَى بِلاَدِ مِصْرَ، فَفَتَحَ اللهُ لِلْجَيْشِ الشَّامِيِّ فِيْ أَياَّمِهِ بُصْرَى وَدِمَشْقَ وَمَخَالِيْفَهُماَ مِنْ بِلاَدِ حَوْراَنَ وَماَ وَالاَهاَ، وَتَوَفاَّهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ، وَاخْتاَرَ لَهُ ماَ عِنْدَهُ مِنَ الْكَراَمَةِ. ومَنَّ عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَأَهْلَهُ بِأَََنْ أَلْهَمَ الصِّدِّيْقَ أَنِ اسْتَخْلِفْ عُمَرَ الْفاَرُوْقَ، فَقاَمَ فِي اْلأَمْرِ بَعْدَهُ قِياَماً تَاماًّ، لَمْ يَدُرِ الْفُلْكُ بَعْدَ اْلأَنْبِياَءِ [عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ] عَلَى مِثْلِهِ، فِيْ قُوَّةِ سِيْرَتِهِ وَكَماَلِ عَدْلِهِ. وَتَمَّ فِي أَياَّمِهِ فَتْحُ الْبِلاَدِ الشاَّمِيَّةِ بِكَماَلِهاَ، وَدِياَرُ مِصْرَ إِلَى آخِرِهاَ، وَأَكْثَرُ إِقْلِيْمِ فاَرِسَ، وَكَسَّرَ كِسْرَى وَأَهاَنَهُ غاَيَةَ اْلهَواَنِ، وَتَقَهْقَرَ إِلَى أَقْصَى مَمِلَكَتِهِ، وقَصَّرَ قَيْصَرَ، وَانْتَزَعَ يَدَهُ عَنْ بِلاَدِ الشاَّمِ فَانْحاَزَ إِلَى قُسْطَنْطِيْنَةَ، وَأَنْفَقَ أَمْواَلَهُماَ فِي سَبِيْلِ اللهِ، كَماَ أَخْبَرَ بِذَلِكَ وَوَعَدَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ، عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَتَمُّ سَلاَمٍ وَأَزْكَى صَلاَةٍ.
Allah telah menjanjikan pada sebagian kalian yang telah beriman dan telah beramal shalih:
  • nicaya sungguh Dia akan menjadikan mereka sebagai khalifah di dalam bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah pada orang-orang sebelum mereka,
  • niscaya sungguh akan menempatkan agama milik mereka yang Dia ridhai untuk mereka,
  • dan niscaya sungguh Dia akan memberi ganti rasa aman dari setelah ketakut-an mereka: mereka akan menyembah-Ku dan tidak mensyirikkan-Ku pada sesuatu. Dan barang siapa kufur setelah itu berarti mereka itu orang-orang fasiq. [Qs An-Nur 55].

Ini janji Allah untuk Rasul-Nya صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ bahwa Allah akan menjadikan umat Nabi Muhammad صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ sebagai khalifah-khalifah bumi, maksudnya panutan dan pengatur-pengatur mereka. Dan dengan perantaraan mereka kota-kota akan men-jadi baik dan hamba-hamba Allah akan merendah pada mereka. Dan niscaya rasa takut mereka pada manusia akan dirubah oleh Allah menjadi rasa aman bahkan hukum akan ditentukan oleh mereka. Allah تَبَارَكَ وَتَعَالَى pun telah melaksanakan janji ter-sebut. Dan segala puja dan anugrah hak Allah. Dalam kenyataan Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ tidak meninggal dunia sehingga Allah membantu beliau menaklukkan kota Makkah, Khaibar, Bahrain, seluruh jazirah Arab dan kota Yaman secara sempurna. Dan Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah menarik pajak dari pemeluk agama Majusi kota Hajar, dan sebagian pinggiran kota-kota Syam. Hiraqla(1) raja Romawi, raja Mesir dan Iskandariyah bernama الْمُقَوْقِسُ (Al-Muqauqis) raja-raja Oman dan Najasyi dan raja Habasyah yang bertahta setelah Ash-Chamah رَحِمَهُ اللّهُ telah memberi Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ hadiyah. Lalu Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ meninggal dunia (2), dan Allah memberi karamah pilihan di sisi-Nya untuk beliau, tegasnya bahwa yang berdiri untuk memegang perkara saat itu adalah khalifah beliau yaitu Abu Bakr As-Shiddiq. Ketika Abu Bakr telah membenahi yang acak-acakan setelah beliau عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ wafat, dan telah memperkokoh dan memperkuat Jazirah Arab, dan telah mengutus:
  1. Pasukan-pasukan Islam agar mengajak Islam pada beberapa penduduk kota Farisi di bawah pimpinan Khalid bin Al-Walid(3) رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Mereka pun ber-hasil menaklukkan pinggiran kota Farisi. Cukup banyak penduduk yang ter-bunuh karena sepak terjang Khalid dan pasukannya (karena mereka mem-bangkang pada Tuhan. Akhirnya mereka banyak yang masuk Islam).
  2. Pasukan-pasukan lainnya di bawah pimpinan Abu Ubidah رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ didam-pingi sejumlah amir menuju kota Syam.
  3. Pasukan-pasukan di bawah pimpinan Amr bin Ash رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ menuju sejumlah kota di Mesir.

Akhirnya Allah memberi kemenangan pada pasukan yang menuju kota Syam di hari-hari hayat Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Wilayah yang ditaklukkan Bushra, Damaskus(4) dan sekitarnya, kota Chauran dan sekitarnya. Akhirnya Allah عَزّ وَجَلّ mewafatkan dan memberikan karamah pilihan yang di sisi-Nya untuk Abu Bakr(5) رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Sebe-lumnya Allah telah memberi anugrah pada Islam dan pemeluknya berupa ilham untuk Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ “Angkatlah Umar Al-Faruq sebagai khalifah!.” Maka Umar رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ pun berkuasa mengurusi perkara setelahnya dengan kebijakan sangat sempurna. Perahu-perahu setelah para Nabi عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ mutlak tidak ada yang sehebat perahu Umar, mengenai kuatnya langkah kebijakan dan sempurnanya keadilannya. Di hari-hari hayatnya lah penaklukan kota-kota Syam sangat sempurna, bahkan kota-kota Mesir hingga pinggirannya ditaklukkan. Sejumlah besar kota Farisi juga ditaklukkan. Kerajaan Kisra dihancurkan dan dihinakan secara maksimal, hingga Raja Kisra me-larikan diri ke wilayah kekuasaannya paling ujung. Selanjutnya Umar menghajar hingga Qaishar(6) Romawi meninggalkan kota Syam melarikan diri ke Qusthanthinah (Konstantinopel). Harta kekayaan dua kerajaan raksasa tersebut diinfakkan oleh Umar ke Sabilillah, sebagaimana Rasulullah عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَتَمُّ سَلامَ ٍوَأَزْكَى صَلاَةٍ telah mengkhabarkan dan menjanjikannya.

Jika di zaman Umar bin Khatthab رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ saja kejayaan Islam sudah seperti itu apa lagi pada zaman Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Ibnu Katsir meneruskan tulisannya:
ثُمَّ لَماَّ كاَنَتِ الدَّوْلَةُ الْعُثْماَنِيَّةُ، امْتَدَّتِ الْمَماَلِيْكُ اْلإِسْلاَمِيَّةُ إِلَى أَقْصَى مَشاَرِقَ اْلأَرْضِ وَمَغاَرِبَهاَ، فَفُتِحَتْ بِلاَدُ اْلمَغْرِبِ إِلَى أَقْصَى ماَ هُناَلِكَ: اْلأَنَدَلُسِ، وَقَبْرَصَ، وَبِلاَدِ الْقَيْرَوَانِ، وَبِلاَدِ سَبْتَةَ مِماَّ يَلِي الْبَحْرَ اْلمُحِيْطِ، وَمِنْ ناَحِيَةِ الْمَشْرِقِ إِلَى أَقْصَى بِلاَدِ الصِّيْنِ، وَقُتِلَ كِسْرَى، وَباَدَ مُلْكُهُ بِالْكُلِّيَّةِ. وَفُتِحَتْ مَداَئِنُ الْعِراَقِ، وَخُراَساَنُ، وَاْلأَهْواَزُ، وَقَتَلَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنَ التُّرْكِ مَقْتَلَةً عَظِيْمَةً جِداًّ، وَخَذَلَ اللهُ مَلِكَهُمُ اْلأَعْظَمَ خاَقاَنَ، وَجُبِيَ الْخَراَجُ مِنَ الْمَشاَرِقِ وَالْمَغاَرِبِ إِلَى حَضْرَةِ أَمِيْرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ عُثْماَنَ بْنِ عَفاَّنَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. وَذَلِكَ بِبَرَكَةِ تِلاَوَتِهِ وَدِرَاسَتِهِ وَجَمْعِهِ اْلأُمَّةَ عَلَى حِفْظِ اْلقُرْآنِ؛ وَلِهَذاَ ثَبَتَ فِي الصَّحِيْحِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ أَنَّهُ قاَلَ: " إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا" فَهاَ نَحْنُ نَتَقَلَّبُ فِيْماَ وَعَدَناَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، فَنَسْأَلُ اللهَ اْلإِيْماَنَ بِهِ، وَبِرَسُوْلِهِ، وَالْقِياَمَ بِشُكْرِهِ عَلَى اْلوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِيْهِ عَناَّ
Lalu wilayah kekuasan Daulat Utsmaniyah Islamiyah melebar ke lebih ujung Timur dan Baratnya bumi. Kota-kota Maghribi ditaklukkan melebar hingga ke wilayah paling ujung: Andalusia, Qabrash, kota-kota Qairawan, kota-kota Sabtah dekat laut Muhith. Wilayah kekuasaan bagian Timur juga melebar hingga ke ujung negri Cina, Sementara itu Raja Kisra(7) dibunuh, dan berakhirlah seluruh kerajaannya. Sejumlah kota Iraq juga ditaklukkan, demikian pula kota Khurasan dan Ahwaz. Umat Islam juga memerangi bangsa Turki dengan peperangan yang sangat dahsyat sekali. Allah merendahkan raja terbesar mereka ber-nama Khaqan. Kharaj (hasil bumi dari kafir dzimmi atau dzimmah) disetorkan dari wilayah-wilayah Timur dan Barat bumi ke hadirat Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Itu karena barakah beliau rajin membaca dan memperdalam ilmu Al-Qur’an. Beliau juga menyeragamkan bacaan Al-Qur’an untuk umat Islam(8). Oleh karena itu di dalam Hadits shahih telah tertulis:
“Sesungguhnya Allah telah melipatkan bumi untukku, hingga saya menyak-sikan bagian Timur-timur dan Barat-baratnya bumi. Dan sungguh wilayah ke-rajaan umatku akan sampai ke wilayah yang telah dilipatkan untukku.”

Kini kitalah yang berbolak-balik yakni tenggelam pada janji Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya telah menetapi janjinya. Maka kita memohon agar Allah menjadikan kita beriman pada-Nya dan pada Rasul-Nya, dan agar kita mensyukuri nikmat agar Dia ridha pada kita.
(1)Dalam Ar-Raudhul-Unuf juz 4 halaman 300 dijelaskan:
ثُمّ كَتَبَ كِتَابًا ، وَأَرْسَلَهُ مَعَ دِحْيَةَ يَقُولُ فِيهِ لِلنّبِيّ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ - إنّي مُسْلِمٌ وَلَكِنّي مَغْلُوبٌ عَلَى أَمْرِي ، وَأَرْسَلَ إلَيْهِ بِهَدِيّةٍ فَلَمّا قَرَأَ النّبِيّ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ كِتَابَهُ قَالَ " كَذَبَ عَدُوّ اللّهِ لَيْسَ بِمُسْلِمٍ ، بَلْ هُوَ على نَصْرَانِيّتِهِ
Lalu (Hiraqla) menulis surat dan mengirimkannya bersama Dihyah. Di dalamnya dijelaskan pada Nabi صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ: “Sungguh saya muslim, tetapi saya dikalahkan atas perkaraku.” Dia juga mengirimkan hadiah pada Nabi صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ. Setelah Nabi membaca suratnya, bersabda “Musuh Allah telah bohong, dia bukan muslim. Bahkan dia memeluk agama Nashraninya.”
(2)Wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul-Awal tahun sebelas Hijriyyah. Dimakamkan hari Selasa sehari setelahnya di pertengahan siang, namun matahari telah condong ke barat. Dalam umur 63 tahun.
(3)Dia sahabat Nabi yang mendapat gelar Saifullah atau Pedang Allah. Kalau berperang seperti malaikat. Namanya harum sebagai pejuang hingga banyak orang yang membuat sya’ir mengenai kehe-batannya. Hal itulah yang membuat Umar khawatir jika di suatu saat nanti dia dikultuskan manusia. Hingga akhirnya Umar melepaskan jabatannya yang sangat tinggi.
(4)Kota emasnya, yakni pilihannya Raja Hiraqla saat itu.
(5)Dia wafat pada malam Selasa tanggal 8 Jumadayil-Akhir tahun 13 Hijriyyah, dalam umur 63 tahun.
(6)Kata Kaisar berasal dari Qaishar bahasa Romawi. Di dalam Murujudz-Dzahab juz 1 halaman 136 di-jelaskan:
فَساَرَ إِلَيْهِمُ الثاَّنِيُّ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ، مِنْ بِلاَدِ رُوْمِيَّةِ، وَهُوَ أَغُسْطُسُ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ سُمِّيَ قَيْصَرَ وَإِلَيْهِ تُنْسَبُ الْقَياَصِرَةُ بَعْدَهُ
Akhirnya raja yang ke dua dari Romawi berjalan dari kota Romawi menuju mereka. Dialah raja yang bernama Agustus. Dialah orang yang pertama-kali bergelar Qaishar (Kaisar). Semua raja setelahnya bergelar Qaishar (Kaisar) mengikuti dia.

Dalam Murujudz-Dzhab juz 1 halaman 137 ditulis;
ثُمَّ مَلَكَ بَعْدَهُ أَغُسْطُسُ قَيْصَرُ، سِتاًّ وَخَمْسِيْنَ سَنَةً، وَهَذاَ الْمُلْكُ هُوَأَوَّلُ مَنْ سُمِّيَ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ قَيْصَرَ، وَهُوَ الثاَّنِي مِنْ مُلُوْكِهِمْ، وَتَفْسِيْرُ قَيْصَرَ بُقِرَ أَيْ شُقَّ عَنْهُ، وَذَلِكَ أَنَّ أُمَّهُ ماَتَتْ وَهِيَ حاَمِلٌ بِهِ فَشُقَّ بَطْنُهاَ فَكاَنَ هَذاَ الْمَلِكُ يَفْتَخِرُ فِي وَقْتِهِ بِأَنَّ النِّساَءَ لَمْ تَلِدْهُ، وَكَذَلِكَ مَنْ حَدَثَ بَعْدَهُ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ مِمَّنْ كاَنَ مِنْ وَلَدِهِ يَفْتَخِرُوْنَ بِهَذاَ الْفِعْلِ وَماَ كاَنَ مِنْ أُمِّهِمْ، فَصاَرَتْ سِمَةً لِمَنْ طَرَأَ بَعْدَهُ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ، وَاللهُ أَعْلَمُ
Lalu yang menjadi raja setelahnya Agustus Kaisar selama 56 tahun. Raja inilah raja Romawi yang pertama kali diberi gelar Qaishar (Kaisar). Dia raja kedua mereka. Qaishar artinya dibedah, maksudnya dibelah untuk melahirkan dia. Itu terjadi karena ibunya wafat di saat mengandung dia. Akhirnya ibunya dibedah perutnya. Oleh karena itu raja ini sombong di waktu hidupnya “Wanita tidak ada yang melahirkan seperti dia.” Begitu pula raja-raja Romawi yang bertahta setelahnya dari keturunannya, juga bersombong karena peristiwa yang terjadi pada nenek mereka tersebut. Akhirnya Qaishar (Kaisar) menjadi nama gelar raja-raja Romawi yang bertahta setelahnya. Dan Allah lah yang lebih tahu.

(7)Kisra yang ini bernama Yazdajird. As-Suhaili menulis:
كِسْرَى هَذَا هُوَ أَبَرْوَيْزُ بْنُ هُرْمُزَ بْنِ أَنُوشِرْوَانَ ، وَمَعْنَى أَبْرَوَيْزَ بِالْعَرَبِيّةِ الْمُظَفّرُ وَهُوَ الّذِي غَلَبَ الرّومَ حِينَ أَنَزَلَ اللّهُ { الم غُلِبَتِ الرّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ } [ أَوّلُ الرّومِ ] وَهُوَ الّذِي عُرِضَ عَلَى اللّهِ فِي الْمَنَامِ فَقَالَ [ ص 148 ] صَاحِبِ الْهِرَاوَةِ فَلَمْ يَزَلْ مَذْعُورًا مِنْ ذَلِكَ حَتّى كَتَبَ إلَيْهِ النّعْمَانُ بْنُ الْمُنْذِرِ بِظُهُورِ النّبِيّ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ - بِتِهَامَةَ ، فَعَلِمَ أَنّ الْأَمْرَ سَيَصِيرُ إلَيْهِ حَتّى كَانَ مِنْ أَمْرِهِ مَا كَانَ وَهُوَ الّذِي كَتَبَ إلَيْهِ النّبِيّ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ - وَحَفِيدُهُ يَزْدَجِرْدُ بْنُ شَهْرَيَارَ بْنِ أَبْرَوَيْزَ وَهُوَ آخِرُ مُلُوكِ الْفُرْسِ ، وَكَانَ سُلِبَ مُلْكُهُ وَهُدِمَ سُلْطَانُهُ عَلَى يَدَيْ عُمَرَ بْنِ الْخَطّابِ ، ثُمّ قُتِلَ هُوَ فِي أَوّلِ خِلَافَةِ عُثْمَانَ ، وُجِدَ مُسْتَخْفِيًا فِي رَحًى فَقُتِلَ وَطُرِحَ فِي قَنَاةِ الرّحَى ، وَذَلِكَ بِمَرْوَ مِنْ أَرْضِ فَارِسَ
Kisra yang ini bernama Abruiz bin Hurmuz bin Anusirwan. Arti Abruiz dalam bahasa Arab yang di-menangkan. Raja inilah yang telah menaklukkan kerajaan Romawi Timur pada saat Allah menurunkan wahyu “Romawi telah dikalahkan, namun setelah kalah mereka akan mengalahkan.” Dialah orang yang telah diberi mimpi oleh Allah. (Dalam mimpi tersebut ada perintah “Serahkanlah yang di dua tanganmu pada pemilik unta!).” Maka sejak itu jantung dia berdebar-debar ketakutan hingga akhirnya diberi tahu oleh Nu’man melalui surat “Nabi Muhammad صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah muncul di Tihamah.” Akhirnya dia menyadari bahwa perkara akan berpindah kepada Nabi hingga akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Dia pula yang pernah disurati oleh Nabi صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ diajak masuk Islam. Cucu Abruiz bernama Yazdajird bin Syahrayar bin Abruiz yang menjadi raja Farisi terakhir. Kerajaannya dirampas dan kekuasaannya ditumbangkan oleh tangan Umar bin Khatthab, akhirnya dibunuh pada zaman awal kekhalifahan Utsman. Dia ditangkap di saat bersembunyi di dalam lesung. Akhirnya dia dibunuh dan ditaruh di Qanah Raha yakni di wilayah kota Marwa wilayah kerajan Farisi.

(8)Sebelumnya bacaan Al-Qur’an bermacam-macam karena banyak yang belum tahu bahwa bacaan-bacaan tersebut telah di-mansukh secara tilawah.
Jumlah huruf Al-Qur’an menurut Jalalud-Din di dalam Al-Itqan:
وَأَماَّ عَدَدُ حُرُوْفِهِ وَأَجْزَائِهِ فَرَوَى سَلاَّمٌ أَبُوْ مُحَمَّدٍ الْحَماَّنِيُّ أَنَّ الْحَجاَّجَ بْنَ يُوْسُفَ جَمَعَ الْقُراَّءَ وَالْحُفاَّظَ وَالْكُتاَّبَ، فَقاَلَ: أَخْبِرُوْنِيْ عَنِ الْقُرْآنِ كُلِّهِ كَمْ مِنْ حَرْفٍ هُوَ ؟. قاَلَ: وَكُنْتُ فِيْهِمْ، فَحَسَبْناَ فَأَجْمَعْناَ عَلَى أَنَّ الْقُرْآنَ ثَلَثُمِائَةِ أَلْفِ حَرْفٍ وَأَرْبَعُوْنَ أَلْفِ حَرْفٍ وَسَبْعُمِائَةِ حَرْفٍ وَأَرْبَعُوْنَ حَرْفاً وَقاَلَ: فَأَخْبِرُوْنِيْ إِلَى أَيِّ حَرْفٍ يَنْتَهِيْ نِصْفُ الْقُرْآنِ ؟ فَإِذاَ هُوَ الْكَهْفُ " وَلْيَتَلَطَّفْ " فِي الْفاَءِ
Dan adapun jumlah huruf-huruf dan juz-juz Al-Qur’an, Salam Abu Muhammad Al-Hamani meriwayatkan “Sesungguhnya Hajaj bin Yusuf telah mengumpulkan Qura’ (para orang yang ahli membaca Al-Qur’an), Huffadl (para orang yang ahli menghafal Al-Qur’an), dan Kuttab (para penulis Al-Qur’an). Selanjutnya ia berkata ‘berilah khabar padaku tentang Al-Qur’an semuanya, terdiri berapa huruf kah?’. ‘Saat itu saya berada di pertengahan mereka’ kata Salam. Setelah kami menghitung-nya kami berijma’ (sepakat) bahwa Al-Qur’an terdiri 340.740 huruf. Dia juga berkata ‘berilah khabar padaku tepat pada manakah huruf di tengah Al-Qur’an?’. Ternyata huruf fa dalam وَلْيَتَلَطَّفْ Surat Al-Kahfi.”
Kontributor: Al-Mukarrom Ustad KH. Shobirun Ahkam, pimpinan Pondok LDII Mulyo Abadi, Sleman, Yogyakarta

Artikel Sejenis:

  1. IMAM AL-GHAZALI, PENGIKUT AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA’AH (BAGIAN 1)
  2. IMAM AL-GHAZALI, PENGIKUT AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA’AH (BAGIAN 3)
  3. Imam Al-Ghazali, Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (bagian 4)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Imam Al-Ghazali, Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (Bagian 2)

Sebelum terjadi Perang Salib Satu dan seterusnya, hampir seluruh dunia dikuasai kaum Ahlus-Sunnah. Ibnu Katsir menjelaskan berkenaan dengan hal tersebut berdasarkan Firman Allah dan merujuk sejarah yang ada. Hanya saja di dalam kitab tersebut tidak ada istilah Perang Salib:
{ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (55) } هَذاَ وَعْدٌ مِنَ اللهِ لِرَسُوْلِهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ بِأَنَّهُ سَيَجْعَلُ أُمَّتَهُ خُلَفاَءَ اْلأَرْضِ، أَيْ: أَئِمَّةَ الناَّسِ وَالْوُلاَةَ عَلَيْهِمْ، وَبِهِمْ تَصْلُحُ الْبِلاَدُ، وَتَخْضَعُ لَهُمُ الْعِباَدُ، وَلَيُبَدِّلَنَّ بَعْدَ خَوْفِهِمْ مِنَ النَّاسِ أَمْناً وَحُكْماً فِيْهِمْ، وَقَدْ فَعَلَ تَباَرَكَ وَتَعاَلَى ذَلِكَ. وَلَهُ اْلحَمْدُ وَالمِنَّةُ، فَإِنَّهُ لَمْ يَمُتْ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ حَتَّى فَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ مَكَّةَ وَخَيْبَرَ وَالْبَحْرَيْنِ، وَساَئِرَ جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَأَرْضَ الْيَمَنِ بِكَماَلِهاَ. وَأَخَذَ اْلجِزْيَةَ مِنْ مَجُوْسِ هَجَرَ، وَمِنْ بَعْضِ أَطْراَفِ الشَّامِ، وَهاَداَهُ هِرَقْلُ مَلِكُ الرُّوْمِ وَصاَحِبُ مِصْرَ وَاْلإِسْكَنْدَرِيَّةِ -وَهُوَ الْمُقَوْقِسُ -وَمُلُوْكُ عُمَانَ وَالنَّجاَشِيُّ مَلِكُ الْحَبَشَةِ، الَّذِيْ تَملَّكَ بَعْدَ أَصْحَمَةَ، رَحِمَهُ اللّهُ وَأَكْرَمَهُ ثُمَّ لَمَّا مَاتَ رَسُولِ اللّهِ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَاخْتاَرَ اللهُ لَهُ مَا عِنْدَهُ مِنَ الْكَرَامَةِ ، قاَمَ بِاْلأَمْرِ بَعْدَهُ خَلِيْفَتُهُ أَبُو بَكْرِ الصّدّيقُ، فَلَمَّ شَعَثَ ماَ وَهَى عِنْدَ مَوْتِهِ، عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ وَأَطَّدَ جَزِيْرَةَ الْعَرَبِ وَمَهَدَهاَ، وَبَعَثَ الْجُيُوْشَ اْلإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى بِلاَدِ فاَرِسَ صُحْبَةَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ، فَفَتَحُوْا طَرَفاً مِنْهاَ، وَقَتَلُوْا خَلْقاً مِنْ أَهْلِهاَ. وَجَيْشاً آخَرَ صُحْبَةَ أَبِيْ عُبَيْدَةَ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، وَمَنْ مَعَهُ مِنَ اْلأُمَراَءِ إِلَى أَرْضِ الشَّامِ، وَثاَلِثًا صُحْبَةَ عَمْرِو بْنِ الْعاَصِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، إِلَى بِلاَدِ مِصْرَ، فَفَتَحَ اللهُ لِلْجَيْشِ الشَّامِيِّ فِيْ أَياَّمِهِ بُصْرَى وَدِمَشْقَ وَمَخَالِيْفَهُماَ مِنْ بِلاَدِ حَوْراَنَ وَماَ وَالاَهاَ، وَتَوَفاَّهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ، وَاخْتاَرَ لَهُ ماَ عِنْدَهُ مِنَ الْكَراَمَةِ. ومَنَّ عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَأَهْلَهُ بِأَََنْ أَلْهَمَ الصِّدِّيْقَ أَنِ اسْتَخْلِفْ عُمَرَ الْفاَرُوْقَ، فَقاَمَ فِي اْلأَمْرِ بَعْدَهُ قِياَماً تَاماًّ، لَمْ يَدُرِ الْفُلْكُ بَعْدَ اْلأَنْبِياَءِ [عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ] عَلَى مِثْلِهِ، فِيْ قُوَّةِ سِيْرَتِهِ وَكَماَلِ عَدْلِهِ. وَتَمَّ فِي أَياَّمِهِ فَتْحُ الْبِلاَدِ الشاَّمِيَّةِ بِكَماَلِهاَ، وَدِياَرُ مِصْرَ إِلَى آخِرِهاَ، وَأَكْثَرُ إِقْلِيْمِ فاَرِسَ، وَكَسَّرَ كِسْرَى وَأَهاَنَهُ غاَيَةَ اْلهَواَنِ، وَتَقَهْقَرَ إِلَى أَقْصَى مَمِلَكَتِهِ، وقَصَّرَ قَيْصَرَ، وَانْتَزَعَ يَدَهُ عَنْ بِلاَدِ الشاَّمِ فَانْحاَزَ إِلَى قُسْطَنْطِيْنَةَ، وَأَنْفَقَ أَمْواَلَهُماَ فِي سَبِيْلِ اللهِ، كَماَ أَخْبَرَ بِذَلِكَ وَوَعَدَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ، عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَتَمُّ سَلاَمٍ وَأَزْكَى صَلاَةٍ.
Allah telah menjanjikan pada sebagian kalian yang telah beriman dan telah beramal shalih:
  • nicaya sungguh Dia akan menjadikan mereka sebagai khalifah di dalam bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah pada orang-orang sebelum mereka,
  • niscaya sungguh akan menempatkan agama milik mereka yang Dia ridhai untuk mereka,
  • dan niscaya sungguh Dia akan memberi ganti rasa aman dari setelah ketakut-an mereka: mereka akan menyembah-Ku dan tidak mensyirikkan-Ku pada sesuatu. Dan barang siapa kufur setelah itu berarti mereka itu orang-orang fasiq. [Qs An-Nur 55].

Ini janji Allah untuk Rasul-Nya صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ bahwa Allah akan menjadikan umat Nabi Muhammad صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ sebagai khalifah-khalifah bumi, maksudnya panutan dan pengatur-pengatur mereka. Dan dengan perantaraan mereka kota-kota akan men-jadi baik dan hamba-hamba Allah akan merendah pada mereka. Dan niscaya rasa takut mereka pada manusia akan dirubah oleh Allah menjadi rasa aman bahkan hukum akan ditentukan oleh mereka. Allah تَبَارَكَ وَتَعَالَى pun telah melaksanakan janji ter-sebut. Dan segala puja dan anugrah hak Allah. Dalam kenyataan Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ tidak meninggal dunia sehingga Allah membantu beliau menaklukkan kota Makkah, Khaibar, Bahrain, seluruh jazirah Arab dan kota Yaman secara sempurna. Dan Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah menarik pajak dari pemeluk agama Majusi kota Hajar, dan sebagian pinggiran kota-kota Syam. Hiraqla(1) raja Romawi, raja Mesir dan Iskandariyah bernama الْمُقَوْقِسُ (Al-Muqauqis) raja-raja Oman dan Najasyi dan raja Habasyah yang bertahta setelah Ash-Chamah رَحِمَهُ اللّهُ telah memberi Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ hadiyah. Lalu Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ meninggal dunia (2), dan Allah memberi karamah pilihan di sisi-Nya untuk beliau, tegasnya bahwa yang berdiri untuk memegang perkara saat itu adalah khalifah beliau yaitu Abu Bakr As-Shiddiq. Ketika Abu Bakr telah membenahi yang acak-acakan setelah beliau عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ wafat, dan telah memperkokoh dan memperkuat Jazirah Arab, dan telah mengutus:
  1. Pasukan-pasukan Islam agar mengajak Islam pada beberapa penduduk kota Farisi di bawah pimpinan Khalid bin Al-Walid(3) رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Mereka pun ber-hasil menaklukkan pinggiran kota Farisi. Cukup banyak penduduk yang ter-bunuh karena sepak terjang Khalid dan pasukannya (karena mereka mem-bangkang pada Tuhan. Akhirnya mereka banyak yang masuk Islam).
  2. Pasukan-pasukan lainnya di bawah pimpinan Abu Ubidah رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ didam-pingi sejumlah amir menuju kota Syam.
  3. Pasukan-pasukan di bawah pimpinan Amr bin Ash رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ menuju sejumlah kota di Mesir.

Akhirnya Allah memberi kemenangan pada pasukan yang menuju kota Syam di hari-hari hayat Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Wilayah yang ditaklukkan Bushra, Damaskus(4) dan sekitarnya, kota Chauran dan sekitarnya. Akhirnya Allah عَزّ وَجَلّ mewafatkan dan memberikan karamah pilihan yang di sisi-Nya untuk Abu Bakr(5) رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Sebe-lumnya Allah telah memberi anugrah pada Islam dan pemeluknya berupa ilham untuk Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ “Angkatlah Umar Al-Faruq sebagai khalifah!.” Maka Umar رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ pun berkuasa mengurusi perkara setelahnya dengan kebijakan sangat sempurna. Perahu-perahu setelah para Nabi عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ mutlak tidak ada yang sehebat perahu Umar, mengenai kuatnya langkah kebijakan dan sempurnanya keadilannya. Di hari-hari hayatnya lah penaklukan kota-kota Syam sangat sempurna, bahkan kota-kota Mesir hingga pinggirannya ditaklukkan. Sejumlah besar kota Farisi juga ditaklukkan. Kerajaan Kisra dihancurkan dan dihinakan secara maksimal, hingga Raja Kisra me-larikan diri ke wilayah kekuasaannya paling ujung. Selanjutnya Umar menghajar hingga Qaishar(6) Romawi meninggalkan kota Syam melarikan diri ke Qusthanthinah (Konstantinopel). Harta kekayaan dua kerajaan raksasa tersebut diinfakkan oleh Umar ke Sabilillah, sebagaimana Rasulullah عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَتَمُّ سَلامَ ٍوَأَزْكَى صَلاَةٍ telah mengkhabarkan dan menjanjikannya.

Jika di zaman Umar bin Khatthab رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ saja kejayaan Islam sudah seperti itu apa lagi pada zaman Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Ibnu Katsir meneruskan tulisannya:
ثُمَّ لَماَّ كاَنَتِ الدَّوْلَةُ الْعُثْماَنِيَّةُ، امْتَدَّتِ الْمَماَلِيْكُ اْلإِسْلاَمِيَّةُ إِلَى أَقْصَى مَشاَرِقَ اْلأَرْضِ وَمَغاَرِبَهاَ، فَفُتِحَتْ بِلاَدُ اْلمَغْرِبِ إِلَى أَقْصَى ماَ هُناَلِكَ: اْلأَنَدَلُسِ، وَقَبْرَصَ، وَبِلاَدِ الْقَيْرَوَانِ، وَبِلاَدِ سَبْتَةَ مِماَّ يَلِي الْبَحْرَ اْلمُحِيْطِ، وَمِنْ ناَحِيَةِ الْمَشْرِقِ إِلَى أَقْصَى بِلاَدِ الصِّيْنِ، وَقُتِلَ كِسْرَى، وَباَدَ مُلْكُهُ بِالْكُلِّيَّةِ. وَفُتِحَتْ مَداَئِنُ الْعِراَقِ، وَخُراَساَنُ، وَاْلأَهْواَزُ، وَقَتَلَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنَ التُّرْكِ مَقْتَلَةً عَظِيْمَةً جِداًّ، وَخَذَلَ اللهُ مَلِكَهُمُ اْلأَعْظَمَ خاَقاَنَ، وَجُبِيَ الْخَراَجُ مِنَ الْمَشاَرِقِ وَالْمَغاَرِبِ إِلَى حَضْرَةِ أَمِيْرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ عُثْماَنَ بْنِ عَفاَّنَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. وَذَلِكَ بِبَرَكَةِ تِلاَوَتِهِ وَدِرَاسَتِهِ وَجَمْعِهِ اْلأُمَّةَ عَلَى حِفْظِ اْلقُرْآنِ؛ وَلِهَذاَ ثَبَتَ فِي الصَّحِيْحِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ أَنَّهُ قاَلَ: " إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا" فَهاَ نَحْنُ نَتَقَلَّبُ فِيْماَ وَعَدَناَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، فَنَسْأَلُ اللهَ اْلإِيْماَنَ بِهِ، وَبِرَسُوْلِهِ، وَالْقِياَمَ بِشُكْرِهِ عَلَى اْلوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِيْهِ عَناَّ
Lalu wilayah kekuasan Daulat Utsmaniyah Islamiyah melebar ke lebih ujung Timur dan Baratnya bumi. Kota-kota Maghribi ditaklukkan melebar hingga ke wilayah paling ujung: Andalusia, Qabrash, kota-kota Qairawan, kota-kota Sabtah dekat laut Muhith. Wilayah kekuasaan bagian Timur juga melebar hingga ke ujung negri Cina, Sementara itu Raja Kisra(7) dibunuh, dan berakhirlah seluruh kerajaannya. Sejumlah kota Iraq juga ditaklukkan, demikian pula kota Khurasan dan Ahwaz. Umat Islam juga memerangi bangsa Turki dengan peperangan yang sangat dahsyat sekali. Allah merendahkan raja terbesar mereka ber-nama Khaqan. Kharaj (hasil bumi dari kafir dzimmi atau dzimmah) disetorkan dari wilayah-wilayah Timur dan Barat bumi ke hadirat Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Itu karena barakah beliau rajin membaca dan memperdalam ilmu Al-Qur’an. Beliau juga menyeragamkan bacaan Al-Qur’an untuk umat Islam(8). Oleh karena itu di dalam Hadits shahih telah tertulis:
“Sesungguhnya Allah telah melipatkan bumi untukku, hingga saya menyak-sikan bagian Timur-timur dan Barat-baratnya bumi. Dan sungguh wilayah ke-rajaan umatku akan sampai ke wilayah yang telah dilipatkan untukku.”

Kini kitalah yang berbolak-balik yakni tenggelam pada janji Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya telah menetapi janjinya. Maka kita memohon agar Allah menjadikan kita beriman pada-Nya dan pada Rasul-Nya, dan agar kita mensyukuri nikmat agar Dia ridha pada kita.
(1)Dalam Ar-Raudhul-Unuf juz 4 halaman 300 dijelaskan:
ثُمّ كَتَبَ كِتَابًا ، وَأَرْسَلَهُ مَعَ دِحْيَةَ يَقُولُ فِيهِ لِلنّبِيّ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ - إنّي مُسْلِمٌ وَلَكِنّي مَغْلُوبٌ عَلَى أَمْرِي ، وَأَرْسَلَ إلَيْهِ بِهَدِيّةٍ فَلَمّا قَرَأَ النّبِيّ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ كِتَابَهُ قَالَ " كَذَبَ عَدُوّ اللّهِ لَيْسَ بِمُسْلِمٍ ، بَلْ هُوَ على نَصْرَانِيّتِهِ
Lalu (Hiraqla) menulis surat dan mengirimkannya bersama Dihyah. Di dalamnya dijelaskan pada Nabi صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ: “Sungguh saya muslim, tetapi saya dikalahkan atas perkaraku.” Dia juga mengirimkan hadiah pada Nabi صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ. Setelah Nabi membaca suratnya, bersabda “Musuh Allah telah bohong, dia bukan muslim. Bahkan dia memeluk agama Nashraninya.”
(2)Wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul-Awal tahun sebelas Hijriyyah. Dimakamkan hari Selasa sehari setelahnya di pertengahan siang, namun matahari telah condong ke barat. Dalam umur 63 tahun.
(3)Dia sahabat Nabi yang mendapat gelar Saifullah atau Pedang Allah. Kalau berperang seperti malaikat. Namanya harum sebagai pejuang hingga banyak orang yang membuat sya’ir mengenai kehe-batannya. Hal itulah yang membuat Umar khawatir jika di suatu saat nanti dia dikultuskan manusia. Hingga akhirnya Umar melepaskan jabatannya yang sangat tinggi.
(4)Kota emasnya, yakni pilihannya Raja Hiraqla saat itu.
(5)Dia wafat pada malam Selasa tanggal 8 Jumadayil-Akhir tahun 13 Hijriyyah, dalam umur 63 tahun.
(6)Kata Kaisar berasal dari Qaishar bahasa Romawi. Di dalam Murujudz-Dzahab juz 1 halaman 136 di-jelaskan:
فَساَرَ إِلَيْهِمُ الثاَّنِيُّ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ، مِنْ بِلاَدِ رُوْمِيَّةِ، وَهُوَ أَغُسْطُسُ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ سُمِّيَ قَيْصَرَ وَإِلَيْهِ تُنْسَبُ الْقَياَصِرَةُ بَعْدَهُ
Akhirnya raja yang ke dua dari Romawi berjalan dari kota Romawi menuju mereka. Dialah raja yang bernama Agustus. Dialah orang yang pertama-kali bergelar Qaishar (Kaisar). Semua raja setelahnya bergelar Qaishar (Kaisar) mengikuti dia.

Dalam Murujudz-Dzhab juz 1 halaman 137 ditulis;
ثُمَّ مَلَكَ بَعْدَهُ أَغُسْطُسُ قَيْصَرُ، سِتاًّ وَخَمْسِيْنَ سَنَةً، وَهَذاَ الْمُلْكُ هُوَأَوَّلُ مَنْ سُمِّيَ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ قَيْصَرَ، وَهُوَ الثاَّنِي مِنْ مُلُوْكِهِمْ، وَتَفْسِيْرُ قَيْصَرَ بُقِرَ أَيْ شُقَّ عَنْهُ، وَذَلِكَ أَنَّ أُمَّهُ ماَتَتْ وَهِيَ حاَمِلٌ بِهِ فَشُقَّ بَطْنُهاَ فَكاَنَ هَذاَ الْمَلِكُ يَفْتَخِرُ فِي وَقْتِهِ بِأَنَّ النِّساَءَ لَمْ تَلِدْهُ، وَكَذَلِكَ مَنْ حَدَثَ بَعْدَهُ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ مِمَّنْ كاَنَ مِنْ وَلَدِهِ يَفْتَخِرُوْنَ بِهَذاَ الْفِعْلِ وَماَ كاَنَ مِنْ أُمِّهِمْ، فَصاَرَتْ سِمَةً لِمَنْ طَرَأَ بَعْدَهُ مِنْ مُلُوْكِ الرُّوْمِ، وَاللهُ أَعْلَمُ
Lalu yang menjadi raja setelahnya Agustus Kaisar selama 56 tahun. Raja inilah raja Romawi yang pertama kali diberi gelar Qaishar (Kaisar). Dia raja kedua mereka. Qaishar artinya dibedah, maksudnya dibelah untuk melahirkan dia. Itu terjadi karena ibunya wafat di saat mengandung dia. Akhirnya ibunya dibedah perutnya. Oleh karena itu raja ini sombong di waktu hidupnya “Wanita tidak ada yang melahirkan seperti dia.” Begitu pula raja-raja Romawi yang bertahta setelahnya dari keturunannya, juga bersombong karena peristiwa yang terjadi pada nenek mereka tersebut. Akhirnya Qaishar (Kaisar) menjadi nama gelar raja-raja Romawi yang bertahta setelahnya. Dan Allah lah yang lebih tahu.

(7)Kisra yang ini bernama Yazdajird. As-Suhaili menulis:
كِسْرَى هَذَا هُوَ أَبَرْوَيْزُ بْنُ هُرْمُزَ بْنِ أَنُوشِرْوَانَ ، وَمَعْنَى أَبْرَوَيْزَ بِالْعَرَبِيّةِ الْمُظَفّرُ وَهُوَ الّذِي غَلَبَ الرّومَ حِينَ أَنَزَلَ اللّهُ { الم غُلِبَتِ الرّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ } [ أَوّلُ الرّومِ ] وَهُوَ الّذِي عُرِضَ عَلَى اللّهِ فِي الْمَنَامِ فَقَالَ [ ص 148 ] صَاحِبِ الْهِرَاوَةِ فَلَمْ يَزَلْ مَذْعُورًا مِنْ ذَلِكَ حَتّى كَتَبَ إلَيْهِ النّعْمَانُ بْنُ الْمُنْذِرِ بِظُهُورِ النّبِيّ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ - بِتِهَامَةَ ، فَعَلِمَ أَنّ الْأَمْرَ سَيَصِيرُ إلَيْهِ حَتّى كَانَ مِنْ أَمْرِهِ مَا كَانَ وَهُوَ الّذِي كَتَبَ إلَيْهِ النّبِيّ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ - وَحَفِيدُهُ يَزْدَجِرْدُ بْنُ شَهْرَيَارَ بْنِ أَبْرَوَيْزَ وَهُوَ آخِرُ مُلُوكِ الْفُرْسِ ، وَكَانَ سُلِبَ مُلْكُهُ وَهُدِمَ سُلْطَانُهُ عَلَى يَدَيْ عُمَرَ بْنِ الْخَطّابِ ، ثُمّ قُتِلَ هُوَ فِي أَوّلِ خِلَافَةِ عُثْمَانَ ، وُجِدَ مُسْتَخْفِيًا فِي رَحًى فَقُتِلَ وَطُرِحَ فِي قَنَاةِ الرّحَى ، وَذَلِكَ بِمَرْوَ مِنْ أَرْضِ فَارِسَ
Kisra yang ini bernama Abruiz bin Hurmuz bin Anusirwan. Arti Abruiz dalam bahasa Arab yang di-menangkan. Raja inilah yang telah menaklukkan kerajaan Romawi Timur pada saat Allah menurunkan wahyu “Romawi telah dikalahkan, namun setelah kalah mereka akan mengalahkan.” Dialah orang yang telah diberi mimpi oleh Allah. (Dalam mimpi tersebut ada perintah “Serahkanlah yang di dua tanganmu pada pemilik unta!).” Maka sejak itu jantung dia berdebar-debar ketakutan hingga akhirnya diberi tahu oleh Nu’man melalui surat “Nabi Muhammad صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah muncul di Tihamah.” Akhirnya dia menyadari bahwa perkara akan berpindah kepada Nabi hingga akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Dia pula yang pernah disurati oleh Nabi صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ diajak masuk Islam. Cucu Abruiz bernama Yazdajird bin Syahrayar bin Abruiz yang menjadi raja Farisi terakhir. Kerajaannya dirampas dan kekuasaannya ditumbangkan oleh tangan Umar bin Khatthab, akhirnya dibunuh pada zaman awal kekhalifahan Utsman. Dia ditangkap di saat bersembunyi di dalam lesung. Akhirnya dia dibunuh dan ditaruh di Qanah Raha yakni di wilayah kota Marwa wilayah kerajan Farisi.

(8)Sebelumnya bacaan Al-Qur’an bermacam-macam karena banyak yang belum tahu bahwa bacaan-bacaan tersebut telah di-mansukh secara tilawah.
Jumlah huruf Al-Qur’an menurut Jalalud-Din di dalam Al-Itqan:
وَأَماَّ عَدَدُ حُرُوْفِهِ وَأَجْزَائِهِ فَرَوَى سَلاَّمٌ أَبُوْ مُحَمَّدٍ الْحَماَّنِيُّ أَنَّ الْحَجاَّجَ بْنَ يُوْسُفَ جَمَعَ الْقُراَّءَ وَالْحُفاَّظَ وَالْكُتاَّبَ، فَقاَلَ: أَخْبِرُوْنِيْ عَنِ الْقُرْآنِ كُلِّهِ كَمْ مِنْ حَرْفٍ هُوَ ؟. قاَلَ: وَكُنْتُ فِيْهِمْ، فَحَسَبْناَ فَأَجْمَعْناَ عَلَى أَنَّ الْقُرْآنَ ثَلَثُمِائَةِ أَلْفِ حَرْفٍ وَأَرْبَعُوْنَ أَلْفِ حَرْفٍ وَسَبْعُمِائَةِ حَرْفٍ وَأَرْبَعُوْنَ حَرْفاً وَقاَلَ: فَأَخْبِرُوْنِيْ إِلَى أَيِّ حَرْفٍ يَنْتَهِيْ نِصْفُ الْقُرْآنِ ؟ فَإِذاَ هُوَ الْكَهْفُ " وَلْيَتَلَطَّفْ " فِي الْفاَءِ
Dan adapun jumlah huruf-huruf dan juz-juz Al-Qur’an, Salam Abu Muhammad Al-Hamani meriwayatkan “Sesungguhnya Hajaj bin Yusuf telah mengumpulkan Qura’ (para orang yang ahli membaca Al-Qur’an), Huffadl (para orang yang ahli menghafal Al-Qur’an), dan Kuttab (para penulis Al-Qur’an). Selanjutnya ia berkata ‘berilah khabar padaku tentang Al-Qur’an semuanya, terdiri berapa huruf kah?’. ‘Saat itu saya berada di pertengahan mereka’ kata Salam. Setelah kami menghitung-nya kami berijma’ (sepakat) bahwa Al-Qur’an terdiri 340.740 huruf. Dia juga berkata ‘berilah khabar padaku tepat pada manakah huruf di tengah Al-Qur’an?’. Ternyata huruf fa dalam وَلْيَتَلَطَّفْ Surat Al-Kahfi.”
Kontributor: Al-Mukarrom Ustad KH. Shobirun Ahkam, pimpinan Pondok LDII Mulyo Abadi, Sleman, Yogyakarta

Artikel Sejenis:

  1. IMAM AL-GHAZALI, PENGIKUT AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA’AH (BAGIAN 1)
  2. IMAM AL-GHAZALI, PENGIKUT AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA’AH (BAGIAN 3)
  3. Imam Al-Ghazali, Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (bagian 4)