وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Kamis, 16 Desember 2010

Ayah Perintah Ceraikan Istri

Hadist Ibnu Majah Kitabu Thalak no. 2079 (Shohih)

2079 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ خَالِهِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَتْ تَحْتِي امْرَأَةٌ وَكُنْتُ أُحِبُّهَا وَكَانَ أَبِي يُبْغِضُهَا فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَنِي أَنْ أُطَلِّقَهَا فَطَلَّقْتُهَا
Abdillah bin Umar meriwayatkan,”Aku memiliki seorang istri yang aku cintai, tetapi bapakku membencinya, maka aku laporkan masalah ini pada Nabi SAW, maka (Nabi) memerintahkan padaku untuk menceraikannya. Maka akupun menceraikan istriku tersebut”.

Hadist Ibnu Majah Kitabu Thalak no. 2080 (Shohih)

2080 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ رَجُلًا أَمَرَهُ أَبُوهُ أَوْ أُمُّهُ شَكَّ شُعْبَةُ أَنْ يُطَلِّقَ امْرَأَتَهُ فَجَعَلَ عَلَيْهِ مِائَةَ مُحَرَّرٍ فَأَتَى أَبَا الدَّرْدَاءِ فَإِذَا هُوَ يُصَلِّي الضُّحَى وَيُطِيلُهَا وَصَلَّى مَا بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ أَوْفِ بِنَذْرِكَ وَبِرَّ وَالِدَيْكَ وَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَحَافِظْ عَلَى وَالِدَيْكَ أَوْ اتْرُكْ
… dari Abi Abdirrohman: Sesungguhnya seorang laki-laki diperintahkan oleh bapaknya atau ibunya (namun ia ragu-ragu, antara bapak atau ibu) agar menceraikan istrinya. Maka laki-laki tersebut berjanji memberi pada nya (bapak / ibu) seratus orang budak. Kemudian laki-laki tersebut bertamu pada Abu Dardak ketika ia (Abu Dardak) sedang shalat dhuha dan memanjangkan sholatnya hingga antara dhuhur dan asar kemudian laki-laki tersebut menanyakan pada Abu Dardak. Abu dardak menjawab,”Tetapilah nadarmu dan berbuat baguslah pada kedua orang tuamu”. Dan Abu Dardak mengatakan,”Saya pernah mendengar pada Rasulullah SAW bersabda: Kedua orang tua adalah sebaik-baiknya pintu surga maka jagalah kedua orang tuamu atau (bila tidak mampu) menjauhlah.

Keterangan:
  • Hadist-hadist di atas mengajarkan kepada umat Islam betapa besar hak kedua orang tua untuk ditaati oleh anak-anaknya, selagi tidak maksiat kepada Allah dan Rasulullah SAW
  • Perkawinan suami istri tidak hanya didasarkan saling cinta, namun ridho dan restu kedua orang tua mutlak diperlukan
  • Kawin lari adalah perbuatan tidak terpuji dalam Islam

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Ayah Perintah Ceraikan Istri

Hadist Ibnu Majah Kitabu Thalak no. 2079 (Shohih)

2079 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ خَالِهِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَتْ تَحْتِي امْرَأَةٌ وَكُنْتُ أُحِبُّهَا وَكَانَ أَبِي يُبْغِضُهَا فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَنِي أَنْ أُطَلِّقَهَا فَطَلَّقْتُهَا
Abdillah bin Umar meriwayatkan,”Aku memiliki seorang istri yang aku cintai, tetapi bapakku membencinya, maka aku laporkan masalah ini pada Nabi SAW, maka (Nabi) memerintahkan padaku untuk menceraikannya. Maka akupun menceraikan istriku tersebut”.

Hadist Ibnu Majah Kitabu Thalak no. 2080 (Shohih)

2080 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ رَجُلًا أَمَرَهُ أَبُوهُ أَوْ أُمُّهُ شَكَّ شُعْبَةُ أَنْ يُطَلِّقَ امْرَأَتَهُ فَجَعَلَ عَلَيْهِ مِائَةَ مُحَرَّرٍ فَأَتَى أَبَا الدَّرْدَاءِ فَإِذَا هُوَ يُصَلِّي الضُّحَى وَيُطِيلُهَا وَصَلَّى مَا بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ أَوْفِ بِنَذْرِكَ وَبِرَّ وَالِدَيْكَ وَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَحَافِظْ عَلَى وَالِدَيْكَ أَوْ اتْرُكْ
… dari Abi Abdirrohman: Sesungguhnya seorang laki-laki diperintahkan oleh bapaknya atau ibunya (namun ia ragu-ragu, antara bapak atau ibu) agar menceraikan istrinya. Maka laki-laki tersebut berjanji memberi pada nya (bapak / ibu) seratus orang budak. Kemudian laki-laki tersebut bertamu pada Abu Dardak ketika ia (Abu Dardak) sedang shalat dhuha dan memanjangkan sholatnya hingga antara dhuhur dan asar kemudian laki-laki tersebut menanyakan pada Abu Dardak. Abu dardak menjawab,”Tetapilah nadarmu dan berbuat baguslah pada kedua orang tuamu”. Dan Abu Dardak mengatakan,”Saya pernah mendengar pada Rasulullah SAW bersabda: Kedua orang tua adalah sebaik-baiknya pintu surga maka jagalah kedua orang tuamu atau (bila tidak mampu) menjauhlah.

Keterangan:
  • Hadist-hadist di atas mengajarkan kepada umat Islam betapa besar hak kedua orang tua untuk ditaati oleh anak-anaknya, selagi tidak maksiat kepada Allah dan Rasulullah SAW
  • Perkawinan suami istri tidak hanya didasarkan saling cinta, namun ridho dan restu kedua orang tua mutlak diperlukan
  • Kawin lari adalah perbuatan tidak terpuji dalam Islam