وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Jumat, 20 Agustus 2010

Muntah Saat Berpuasa

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةً عَنِ النَّبِيِّ صلى اللهِ عليه وسلم قَالَ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنِ استَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ* رواه ابن ماجة في كتاب الصيام - صحيح
Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW, Nabi bersabda,”Barangsiapa terpaksa (tidak sengaja) muntah maka tidak wajib mengkodho’ (mengulangi puasa) atasnya dan barang siapa dengan sengaja muntah maka wajib baginya mengkodho (mengulangi puasa).
Hadist riwayat Ibnu Majah dalam Kitabushiam (shohih)

Dengan hadist tersebut para ulama LDII menyimpulkan:
  • orang yang tidak sengaja muntah saat berpuasa, puasanya TIDAK BATAL
  • orang yang sengaja muntah saat puasa maka puasanya batal dan ia wajib mengulangi (mengkodho') puasanya di lain waktu

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Muntah Saat Berpuasa

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةً عَنِ النَّبِيِّ صلى اللهِ عليه وسلم قَالَ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنِ استَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ* رواه ابن ماجة في كتاب الصيام - صحيح
Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW, Nabi bersabda,”Barangsiapa terpaksa (tidak sengaja) muntah maka tidak wajib mengkodho’ (mengulangi puasa) atasnya dan barang siapa dengan sengaja muntah maka wajib baginya mengkodho (mengulangi puasa).
Hadist riwayat Ibnu Majah dalam Kitabushiam (shohih)

Dengan hadist tersebut para ulama LDII menyimpulkan:
  • orang yang tidak sengaja muntah saat berpuasa, puasanya TIDAK BATAL
  • orang yang sengaja muntah saat puasa maka puasanya batal dan ia wajib mengulangi (mengkodho') puasanya di lain waktu