وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Sabtu, 10 Juli 2010

Pemimpin Islam vs Pemimpin Kapitalis

LDII Sidoarjo. "Para pemimpin Islam tersebut bertindak adil tidak demi moralitas atau mencapai beberapa medali kehormatan. Namun, mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka akan diteliti oleh Allah سبحانه وتعالى pada hari yang menentukan apakah mereka akan ke Surga atau mereka hidup hina menjalani siksa di neraka".

Aktivis dan demonstran adu mulut dan bentrok dengan polisi saat mereka turun jalan di Toronto selama pelaksanaan KTT G-20 Jumat 25 juni 2010. THE CANADIAN PRESS/Ryan Remiorz. canadianbusiness.com

AP – Sebuah mobil polisi terbakar saat demo anti KTT G-20 di Toronto Sabtu 26 Juni 2010, Yahoo News
26-27 Juni 2010, Toronto menjadi tuan rumah KTT G-20. Even ini merupakan pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara elit kapitalis (Amerika, Britania, Perancis, Jerman, dll ), serta negara-negara lain yang memiliki sumber daya yang signifikan. Taksiran biaya untuk mengamankan Konferensi tersebut sekitar $ 1,2 milyar. Sebagaimana dilaporkan dalam Globe & Mail, langkah-langkah keamanan untuk acara tersebut meliputi:

Menyewa tentara "kecil" berupa 10.000 polisi dan 1.000 personel keamanan swasta.

$ 5,5 juta untuk membangun pagar beton dan metal tinggi 3 meter, sepanjang 3 kilometer mengelilingi Metro Toronto Convention Centre. Pengunjung yang datang akan diminta untuk menunjukkan tanda pengenal resmi juga dikenai pemeriksaan sinar x, dan digeledah tubuh.

Pembentukan "zona protes" di Queen's Park - sekitar 2 kilometer jauhnya dari lokasi pertemuan sebenarnya.

Petugas keamanan dilengkapi dengan Sonic cannon yang juga dikenal sebagai senjata akustik jarak jauh (LRAD). Seperti dilaporkan oleh Toronto Star, LRAD dapat memancarkan ledakan suara yang 135 desibel (db), di atas ambang nyeri yaitu 110/120db (kerusakan pendengaran permanen terjadi pada 85 db.

Langkah-langkah keamanan tersebut bertujuan melindungi para pemimpin negara G 20 dari kemarahan demonstran.

G20 : Mengapa Perlu begitu Banyak Keamanan?

Melihat ketatnya pengamanan, mengapa ada begitu banyak ketidakpuasan di antara masyarakat negara-negara G20 terhadap para pemimpin mereka?

Tema dari KTT meliputi, "Reformasi Sektor Keuangan", "Program Stimulus", dan "Perdagangan dan Pertumbuhan Global ". Selain itu, situs resmi, g20.gc.ca, menyatakan :"Menteri keuangan dan gubernur bank sentral G -20 juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengintensifkan upaya percepatan perbaikan dan reformasi keuangan internasional. Ini melibatkan modal kuat dan standar keuangan dan upaya peningkatan yang merupakan inti dari agenda G-20, serta prinsip-prinsip yang mencerminkan perlunya melindungi pembayar pajak, mengurangi risiko terhadap sistem keuangan dan mempertimbangkan keadaan dan pilihan setiap negara."

Dilihat dari fokus pembahasan pada likuiditas, persyaratan dan peningkatan modal, jelas bahwa perhatian utama dari KTT adalah perbankan dan sistem keuangan. Yang memperoleh keuntungan dari konferensi ini bukan masyarakat pada umumnya, melainkan elit kapitalis – para pemilik bank dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, beberapa isu penting menyangkut kehidupan rakyat tidak masuk dalam agenda pembicaraan seperti masalah kemiskinan, pengangguran, perawatan kesehatan, penyitaan rumah, lingkungan hidup dan lain-lain.

Untuk memberikan sekilas parahnya masalah ini, di AS, tingkat pengangguran sesunguhnya (yang merupakan tingkat pengangguran resmi, ditambah pekerja paruh waktu yang ingin bekerja penuh waktu , ditambah dengan pekerja yang tidak bekerja lagi) tercatat sekitar 17 %. Juga "prinsip-prinsip yang mencerminkan kebutuhan untuk melindungi pembayar pajak", merupakan agenda yang sangat dangkal. Dengan ini jelas bahwa masyarakat pembayar pajaklah yang membiayai KTT $ 1,2 milyar itu - bukan elit kapitalis. Lebih jauh lagi, para pembayar pajaklah yang harus membayar miliaran dolar untuk talangan bank. Pemerintah beralasan ini untuk menciptakan lapangan kerja - yaitu bahwa jika bank punya uang mereka akan meminjamankannya ke perusahaan yang pada gilirannya akan mempekerjakan lebih banyak orang. Namun, melihat tingkat pengangguran yang tetap tinggi pernyataan tersebut merupakan omong kosong.

Kapitalisme adalah sebuah Bencana

Meskipun mudah untuk memahami kemarahan rakyat, adalah lebih penting untuk memahami akar penyebab masalah. Sangat sering penyakit-penyakit dari sistem dikaitkan dengan keserakahan. Namun, masalahnya adalah lebih dari itu. Kelemahan dari sistem kapitalis, yang berasal dari ideologi demokrasi liberal, adalah akidahnya (pondasi intelektual). Selama Abad Pertengahan, intelektual Eropa ditentang keras otoritas Gereja dan usaha mereka mencapai puncak dalam suatu kompromi: Gereja lepas dari masalah kehidupan publik dan pengaruhnya terbatas pada lingkup kehidupan pribadi.

Akibatnya, logika manusia menjadi sumber referensi untuk domain publik. Artinya, pikiran manusia menjadi satu-satunya pengambil keputusan. Dengan otoritas untuk mengatur yang baru tersebut lahirlah hak atas kebebasan pribadi, kebebasan berekspresi, kebebasan berpikir, dan kebebasan kepemilikan. Kebebasan kepemilikan merupakan dasar intelektual elit kapitalis yang berpendapat bahwa tidak boleh ada peraturan atau pembatasan pada kemampuan mereka untuk menghasilkan kekayaan. Sebagai contoh, pada tahun 1999 ketika Senator Amerika Phil Gramm berpendapat bahwa bank-bank tidak perlu diatur, ia menyatakan: "Kami berada di sini hari ini untuk mencabut Glass- Steagall karena kita telah belajar bahwa pemerintah bukanlah jawabannya. Kami telah belajar bahwa kebebasan dan persaingan adalah jawaban". Namun, Senator tentu saja tidak dapat meramalkan masa depan, di mana bank yang diregulasi akan menciptakan subprime mortgage yang sekarang terbukti merusak seluruh sistem. Masalah ini merupakan hal yang fundamental untuk diatur oleh manusia – yang ia tidak memiliki kemampuan untuk memperkirakan akibat dari tindakannya.

Islam: Penguasa adalah Pengayom Rakyat

Sangat kontras dengan tingkat keamanan yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah KTT G -20 di Toronto, Khulafah (khalifah) yang memerintah kaum muslimin dari zaman Rasulallah صلى الله عليه وسلم sampai Khilafah terakhir tidak membutuhkan tindakan keamanan seperti itu. Ini hanya terjadi dalam Islam seperti yang disaksikan oleh pejabat Romawi ketika mengunjungi Umar bin Khattab (ra). Ketika pejabat Romawi tiba di Madinah, ia bertanya mengenai keberadaan Umar. Sangat mengejutkan bahwa ia ditunjukkan ke seseorang yang tidur di bawah pohon. Tidak ada tentara 10.000 orang, pagar tinggi 3 meter, atau senjata khusus untuk melindungi Umar (ra). Ketika pejabat Romawi itu melihat hal ini ia menyatakan: "Wahai Umar! Anda seorang pemimpin. Anda begitu bersahaja. Anda merasa begitu aman dengan tidur cara begitu". Ini karena ia tahu bahwa di Roma tidak ada penguasa yang berani tidur di bawah pohon tanpa penjagaan.

Umar (ra) bisa tidur dengan damai karena ia menerapkan Kitab Allah سبحانه وتعالى dan Sunnah Rasulallah صلى الله عليه وسلم. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

"Seorang penguasa yang, mengelola urusan umat Islam, tidak rajin berusaha untuk kebaikan mereka dan tidak melayani mereka dengan tulus, tidak akan masuk Surga bersama mereka." [Hadist Muslim]

Tidak hanya penguasa harus peduli terhadap masyarakat yang di rawatnya, tapi dia juga harus bertanggung jawab kepada otoritas yang lebih tinggi, Malik al-Mulk (Pemegang Semua Kedaulatan ). Dengan demikian, ia harus memenuhi kewajiban ditempatkan di atas karena hal ini bukan hanya mandat negara tetapi juga merupakan hukum Allah سبحانه وتعالى. Oleh karena itu seorang pemimpin harus peduli kebutuhan setiap warga negara dan memastikan bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan apapun yang tidak semestinya seperti kurangnya akses ke pelayanan kesehatan atau bahkan lama menunggu.

Nabi صلى الله عليه وسلم juga bersabda:
"Jika Allah berinvestasi untuk seseorang urusan kaum muslimin dan dia (penguasa) mengabaikan hak-hak mereka, menghalangi akses mereka kepadanya dan mengabaikan kebutuhan mereka, Allah tidak akan menjawab doanya dan tidak mengabulkan harapannya dan Allah akan memandang acuh padanya di hari kiamat". [Abu Dawud & Tirmidzi]

Juga, Rasulullah صلى الله عليه وسلم disebutkan dalam kitab Sunnah bahwa yang kuat tidak memiliki hak untuk menginjak-injak yang lemah dan tidak memiliki hak khusus untuk menghindari hukum. Penguasa, karena itu, harus menjamin bahwa hak-hak yang lemah dilindungi dan yang kuat memenuhi kewajiban mereka terhadap masyarakat lemah. Dalam hadis berikut diriwayatkan oleh Aisyah (ra), Usamah bin Zaid (ra) mendekati Nabi صلى الله عليه وسلم untuk minta syafaat atas nama seorang perempuan (dari elit suku Bani Makhzoom) yang telah melakukan pencurian. Setelah Usamah (ra) mengajukan permohonan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, wajah Rasulallah صلى الله عليه وسلم berubah karena marah dan ia berkata:

"Apakah engkau meminta pada hukuman yang telah ditetapkan Allah ? "Dia (Usamah) berkata: "Wahai Rasulullah, berilah pengampunan bagi saya. "Ketika senja, Rasulallah صلى الله عليه وسلم berdiri dan memberi pernyataan. Nabi SAW, kemudian bersabda: "Sekarang ke topik kita. Ketidakadilan seperti ini telah menghancurkan umat sebelum engkau bahwa ketika salah satu dari golongan (elit) di antara mereka melakukan pencurian, mereka membebaskan, dan bila ada orang lemah melakukan pencurian, mereka menjatuhkan hukuman yang ditentukan atas-Nya. Demi Allah yang hidupku ada di TanganNya, meskipun seandainya Fatima, putriku, mencuri, aku akan memotong tangannya". [Hadist Muslim]

Para Sahabat Nabi (ra) memahami contoh ini dan mengimplementasikannya. Ketika Abu Bakar (ra) menjadi Khalifah, ia berkata: " Wahai kaumku, saya telah ditunjuk menjadi penguasa kalian, walaupun aku bukan yang terbaik dari kalian. Dukunglah saya jika saya berbuat baik, tetapi jika tidak, luruskan aku. Yang lemah supaya menjadi kuat bila aku menghapus penderitaannya, Insya Allah, dan yang kuat adalah lemah bagi saya bila saya belum mengambil hak yang lemah darinya, Insya Allah. "Dan memang, Abu Bakar (ra) memenuhi janjinya. Ketika orang kaya menolak membayar zakat - yang merupakan kewajiban atas orang kaya terhadap orang miskin - Abu Bakar (ra) menyatakan perang terhadap mereka. Sekalipun fakta bahwa kaum Muslim yang tetap setia kepada negara Khalifah kalah jauh dari musuh-musuh mereka.

Umar bin Khattab (ra) juga menerapkan Sunnah Rasulallah صلى الله عليه وسلم. Pada tahun 18AH, kelaparan mencengkeram Madinah dan sekitarnya. Ini kemudian dikenal sebagai "Tahun Abu" (Am al-Ramadah). Umar (ra) mendirikan tenda di sekitar Madinah untuk menampung dan memberi makan masyarakat yang tertimpa kelaparan. Umar (ra) mengirim surat ke Mesir dan Syam menuntut mereka mengirim makanan. Lebih jauh lagi, dikatakan bahwa Umar (ra) menjadi pucat karena ia menolak untuk makan lemak, mentega, dan susu, sampai semua kaum muslimin tercukupi! Umar (ra) juga mengurus urusan Ahl-al-dzimmah (non-Muslim yang hidup di bawah pemerintahan Islam). Misalnya, pernah ia menjumpai orang tua Yahudi buta meminta-minta uang. Umar (ra) membawanya ke Baitul Mal (Public Treasury) dan memerintahkan untuk memberinya bantuan dari Baitul Mal dan berhenti memungut pajak darinya. Tidak heran ia bisa tidur dengan aman di bawah pohon!

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, ia terlihat agak murung. Pembantunya bertanya mengapa dia begitu sedih dan cemas. Umar menjawab, "Siapapun dibawahku berbuat seperti itu". Saya harus menyampaikan dan memberikan semua warga negara hak-hak mereka, apakah mereka minta atau tidak. "

Akidah Islam: Kunci Good Governance

Dengan Allah سبحانه وتعالى memberikan, contoh dari Rasulallah صلى الله عليه وسلم, para Sahabat (ra) dan Khalifah yang memerintah setelahnya, justru kekuasaan di atas busuknya sistem politik saat inilah yang menguasai dunia kita. Namun demikian, ketika membahas masalah ini, jelas bagi kita bahwa Para Sahabat (ra) dan Khalifah Arrosyidin adalah produk dari Akidah Islam. Artinya, pola pikir dari Sahabat (ra) dan orang-orang yang berkuasa sesudah mereka, adalah salah satu yang sangat peduli tentang akuntabilitas mereka kepada Allah سبحانه وتعالى di hari kiamat atas tindakan mereka. Misalnya, Umar bin Khattab (ra) berkata, "Jika seekor kambing tersandung di jalan, saya akan takut bahwa Allah akan menanyakan mengapa kau tidak membuka jalan untuknya wahai Umar".

Juga mempertimbangkan Umar bin Abdul Aziz yang selalu menangis pada malam hari karena takut pertanggungjawaban kepada Allah سبحانه وتعالى untuk orang lain”, peminta dan orang yang kekurangan, yang miskin dan yang membutuhkan, dan para tahanan di penjara." Dengan kata lain, Para pemimpin Islam tersebut bertindak adil tidak demi moralitas atau mencapai beberapa medali kehormatan. Namun, mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka akan diteliti oleh Allah سبحانه وتعالى pada hari yang akan menentukan apakah mereka akan pergi ke Surga atau hidup hina menjalani siksa di neraka.

Semoga Allah سبحانه وتعالى mendirikan kembali "Khalifah", sehingga manusia dapat merasakan keadilan Kepemimpinan Islam.

ونزلنا عليك الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين
"Dan Aku turunkan Kitab kepadamu sebagai penjelasan segala sesuatu, panduan, rahmat dan kabar gembira bagi umat Islam." [An-Nahl, 16:89]

Sumber: Islamic Revival

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Pemimpin Islam vs Pemimpin Kapitalis

LDII Sidoarjo. "Para pemimpin Islam tersebut bertindak adil tidak demi moralitas atau mencapai beberapa medali kehormatan. Namun, mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka akan diteliti oleh Allah سبحانه وتعالى pada hari yang menentukan apakah mereka akan ke Surga atau mereka hidup hina menjalani siksa di neraka".

Aktivis dan demonstran adu mulut dan bentrok dengan polisi saat mereka turun jalan di Toronto selama pelaksanaan KTT G-20 Jumat 25 juni 2010. THE CANADIAN PRESS/Ryan Remiorz. canadianbusiness.com

AP – Sebuah mobil polisi terbakar saat demo anti KTT G-20 di Toronto Sabtu 26 Juni 2010, Yahoo News
26-27 Juni 2010, Toronto menjadi tuan rumah KTT G-20. Even ini merupakan pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara elit kapitalis (Amerika, Britania, Perancis, Jerman, dll ), serta negara-negara lain yang memiliki sumber daya yang signifikan. Taksiran biaya untuk mengamankan Konferensi tersebut sekitar $ 1,2 milyar. Sebagaimana dilaporkan dalam Globe & Mail, langkah-langkah keamanan untuk acara tersebut meliputi:

Menyewa tentara "kecil" berupa 10.000 polisi dan 1.000 personel keamanan swasta.

$ 5,5 juta untuk membangun pagar beton dan metal tinggi 3 meter, sepanjang 3 kilometer mengelilingi Metro Toronto Convention Centre. Pengunjung yang datang akan diminta untuk menunjukkan tanda pengenal resmi juga dikenai pemeriksaan sinar x, dan digeledah tubuh.

Pembentukan "zona protes" di Queen's Park - sekitar 2 kilometer jauhnya dari lokasi pertemuan sebenarnya.

Petugas keamanan dilengkapi dengan Sonic cannon yang juga dikenal sebagai senjata akustik jarak jauh (LRAD). Seperti dilaporkan oleh Toronto Star, LRAD dapat memancarkan ledakan suara yang 135 desibel (db), di atas ambang nyeri yaitu 110/120db (kerusakan pendengaran permanen terjadi pada 85 db.

Langkah-langkah keamanan tersebut bertujuan melindungi para pemimpin negara G 20 dari kemarahan demonstran.

G20 : Mengapa Perlu begitu Banyak Keamanan?

Melihat ketatnya pengamanan, mengapa ada begitu banyak ketidakpuasan di antara masyarakat negara-negara G20 terhadap para pemimpin mereka?

Tema dari KTT meliputi, "Reformasi Sektor Keuangan", "Program Stimulus", dan "Perdagangan dan Pertumbuhan Global ". Selain itu, situs resmi, g20.gc.ca, menyatakan :"Menteri keuangan dan gubernur bank sentral G -20 juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengintensifkan upaya percepatan perbaikan dan reformasi keuangan internasional. Ini melibatkan modal kuat dan standar keuangan dan upaya peningkatan yang merupakan inti dari agenda G-20, serta prinsip-prinsip yang mencerminkan perlunya melindungi pembayar pajak, mengurangi risiko terhadap sistem keuangan dan mempertimbangkan keadaan dan pilihan setiap negara."

Dilihat dari fokus pembahasan pada likuiditas, persyaratan dan peningkatan modal, jelas bahwa perhatian utama dari KTT adalah perbankan dan sistem keuangan. Yang memperoleh keuntungan dari konferensi ini bukan masyarakat pada umumnya, melainkan elit kapitalis – para pemilik bank dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, beberapa isu penting menyangkut kehidupan rakyat tidak masuk dalam agenda pembicaraan seperti masalah kemiskinan, pengangguran, perawatan kesehatan, penyitaan rumah, lingkungan hidup dan lain-lain.

Untuk memberikan sekilas parahnya masalah ini, di AS, tingkat pengangguran sesunguhnya (yang merupakan tingkat pengangguran resmi, ditambah pekerja paruh waktu yang ingin bekerja penuh waktu , ditambah dengan pekerja yang tidak bekerja lagi) tercatat sekitar 17 %. Juga "prinsip-prinsip yang mencerminkan kebutuhan untuk melindungi pembayar pajak", merupakan agenda yang sangat dangkal. Dengan ini jelas bahwa masyarakat pembayar pajaklah yang membiayai KTT $ 1,2 milyar itu - bukan elit kapitalis. Lebih jauh lagi, para pembayar pajaklah yang harus membayar miliaran dolar untuk talangan bank. Pemerintah beralasan ini untuk menciptakan lapangan kerja - yaitu bahwa jika bank punya uang mereka akan meminjamankannya ke perusahaan yang pada gilirannya akan mempekerjakan lebih banyak orang. Namun, melihat tingkat pengangguran yang tetap tinggi pernyataan tersebut merupakan omong kosong.

Kapitalisme adalah sebuah Bencana

Meskipun mudah untuk memahami kemarahan rakyat, adalah lebih penting untuk memahami akar penyebab masalah. Sangat sering penyakit-penyakit dari sistem dikaitkan dengan keserakahan. Namun, masalahnya adalah lebih dari itu. Kelemahan dari sistem kapitalis, yang berasal dari ideologi demokrasi liberal, adalah akidahnya (pondasi intelektual). Selama Abad Pertengahan, intelektual Eropa ditentang keras otoritas Gereja dan usaha mereka mencapai puncak dalam suatu kompromi: Gereja lepas dari masalah kehidupan publik dan pengaruhnya terbatas pada lingkup kehidupan pribadi.

Akibatnya, logika manusia menjadi sumber referensi untuk domain publik. Artinya, pikiran manusia menjadi satu-satunya pengambil keputusan. Dengan otoritas untuk mengatur yang baru tersebut lahirlah hak atas kebebasan pribadi, kebebasan berekspresi, kebebasan berpikir, dan kebebasan kepemilikan. Kebebasan kepemilikan merupakan dasar intelektual elit kapitalis yang berpendapat bahwa tidak boleh ada peraturan atau pembatasan pada kemampuan mereka untuk menghasilkan kekayaan. Sebagai contoh, pada tahun 1999 ketika Senator Amerika Phil Gramm berpendapat bahwa bank-bank tidak perlu diatur, ia menyatakan: "Kami berada di sini hari ini untuk mencabut Glass- Steagall karena kita telah belajar bahwa pemerintah bukanlah jawabannya. Kami telah belajar bahwa kebebasan dan persaingan adalah jawaban". Namun, Senator tentu saja tidak dapat meramalkan masa depan, di mana bank yang diregulasi akan menciptakan subprime mortgage yang sekarang terbukti merusak seluruh sistem. Masalah ini merupakan hal yang fundamental untuk diatur oleh manusia – yang ia tidak memiliki kemampuan untuk memperkirakan akibat dari tindakannya.

Islam: Penguasa adalah Pengayom Rakyat

Sangat kontras dengan tingkat keamanan yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah KTT G -20 di Toronto, Khulafah (khalifah) yang memerintah kaum muslimin dari zaman Rasulallah صلى الله عليه وسلم sampai Khilafah terakhir tidak membutuhkan tindakan keamanan seperti itu. Ini hanya terjadi dalam Islam seperti yang disaksikan oleh pejabat Romawi ketika mengunjungi Umar bin Khattab (ra). Ketika pejabat Romawi tiba di Madinah, ia bertanya mengenai keberadaan Umar. Sangat mengejutkan bahwa ia ditunjukkan ke seseorang yang tidur di bawah pohon. Tidak ada tentara 10.000 orang, pagar tinggi 3 meter, atau senjata khusus untuk melindungi Umar (ra). Ketika pejabat Romawi itu melihat hal ini ia menyatakan: "Wahai Umar! Anda seorang pemimpin. Anda begitu bersahaja. Anda merasa begitu aman dengan tidur cara begitu". Ini karena ia tahu bahwa di Roma tidak ada penguasa yang berani tidur di bawah pohon tanpa penjagaan.

Umar (ra) bisa tidur dengan damai karena ia menerapkan Kitab Allah سبحانه وتعالى dan Sunnah Rasulallah صلى الله عليه وسلم. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

"Seorang penguasa yang, mengelola urusan umat Islam, tidak rajin berusaha untuk kebaikan mereka dan tidak melayani mereka dengan tulus, tidak akan masuk Surga bersama mereka." [Hadist Muslim]

Tidak hanya penguasa harus peduli terhadap masyarakat yang di rawatnya, tapi dia juga harus bertanggung jawab kepada otoritas yang lebih tinggi, Malik al-Mulk (Pemegang Semua Kedaulatan ). Dengan demikian, ia harus memenuhi kewajiban ditempatkan di atas karena hal ini bukan hanya mandat negara tetapi juga merupakan hukum Allah سبحانه وتعالى. Oleh karena itu seorang pemimpin harus peduli kebutuhan setiap warga negara dan memastikan bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan apapun yang tidak semestinya seperti kurangnya akses ke pelayanan kesehatan atau bahkan lama menunggu.

Nabi صلى الله عليه وسلم juga bersabda:
"Jika Allah berinvestasi untuk seseorang urusan kaum muslimin dan dia (penguasa) mengabaikan hak-hak mereka, menghalangi akses mereka kepadanya dan mengabaikan kebutuhan mereka, Allah tidak akan menjawab doanya dan tidak mengabulkan harapannya dan Allah akan memandang acuh padanya di hari kiamat". [Abu Dawud & Tirmidzi]

Juga, Rasulullah صلى الله عليه وسلم disebutkan dalam kitab Sunnah bahwa yang kuat tidak memiliki hak untuk menginjak-injak yang lemah dan tidak memiliki hak khusus untuk menghindari hukum. Penguasa, karena itu, harus menjamin bahwa hak-hak yang lemah dilindungi dan yang kuat memenuhi kewajiban mereka terhadap masyarakat lemah. Dalam hadis berikut diriwayatkan oleh Aisyah (ra), Usamah bin Zaid (ra) mendekati Nabi صلى الله عليه وسلم untuk minta syafaat atas nama seorang perempuan (dari elit suku Bani Makhzoom) yang telah melakukan pencurian. Setelah Usamah (ra) mengajukan permohonan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, wajah Rasulallah صلى الله عليه وسلم berubah karena marah dan ia berkata:

"Apakah engkau meminta pada hukuman yang telah ditetapkan Allah ? "Dia (Usamah) berkata: "Wahai Rasulullah, berilah pengampunan bagi saya. "Ketika senja, Rasulallah صلى الله عليه وسلم berdiri dan memberi pernyataan. Nabi SAW, kemudian bersabda: "Sekarang ke topik kita. Ketidakadilan seperti ini telah menghancurkan umat sebelum engkau bahwa ketika salah satu dari golongan (elit) di antara mereka melakukan pencurian, mereka membebaskan, dan bila ada orang lemah melakukan pencurian, mereka menjatuhkan hukuman yang ditentukan atas-Nya. Demi Allah yang hidupku ada di TanganNya, meskipun seandainya Fatima, putriku, mencuri, aku akan memotong tangannya". [Hadist Muslim]

Para Sahabat Nabi (ra) memahami contoh ini dan mengimplementasikannya. Ketika Abu Bakar (ra) menjadi Khalifah, ia berkata: " Wahai kaumku, saya telah ditunjuk menjadi penguasa kalian, walaupun aku bukan yang terbaik dari kalian. Dukunglah saya jika saya berbuat baik, tetapi jika tidak, luruskan aku. Yang lemah supaya menjadi kuat bila aku menghapus penderitaannya, Insya Allah, dan yang kuat adalah lemah bagi saya bila saya belum mengambil hak yang lemah darinya, Insya Allah. "Dan memang, Abu Bakar (ra) memenuhi janjinya. Ketika orang kaya menolak membayar zakat - yang merupakan kewajiban atas orang kaya terhadap orang miskin - Abu Bakar (ra) menyatakan perang terhadap mereka. Sekalipun fakta bahwa kaum Muslim yang tetap setia kepada negara Khalifah kalah jauh dari musuh-musuh mereka.

Umar bin Khattab (ra) juga menerapkan Sunnah Rasulallah صلى الله عليه وسلم. Pada tahun 18AH, kelaparan mencengkeram Madinah dan sekitarnya. Ini kemudian dikenal sebagai "Tahun Abu" (Am al-Ramadah). Umar (ra) mendirikan tenda di sekitar Madinah untuk menampung dan memberi makan masyarakat yang tertimpa kelaparan. Umar (ra) mengirim surat ke Mesir dan Syam menuntut mereka mengirim makanan. Lebih jauh lagi, dikatakan bahwa Umar (ra) menjadi pucat karena ia menolak untuk makan lemak, mentega, dan susu, sampai semua kaum muslimin tercukupi! Umar (ra) juga mengurus urusan Ahl-al-dzimmah (non-Muslim yang hidup di bawah pemerintahan Islam). Misalnya, pernah ia menjumpai orang tua Yahudi buta meminta-minta uang. Umar (ra) membawanya ke Baitul Mal (Public Treasury) dan memerintahkan untuk memberinya bantuan dari Baitul Mal dan berhenti memungut pajak darinya. Tidak heran ia bisa tidur dengan aman di bawah pohon!

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, ia terlihat agak murung. Pembantunya bertanya mengapa dia begitu sedih dan cemas. Umar menjawab, "Siapapun dibawahku berbuat seperti itu". Saya harus menyampaikan dan memberikan semua warga negara hak-hak mereka, apakah mereka minta atau tidak. "

Akidah Islam: Kunci Good Governance

Dengan Allah سبحانه وتعالى memberikan, contoh dari Rasulallah صلى الله عليه وسلم, para Sahabat (ra) dan Khalifah yang memerintah setelahnya, justru kekuasaan di atas busuknya sistem politik saat inilah yang menguasai dunia kita. Namun demikian, ketika membahas masalah ini, jelas bagi kita bahwa Para Sahabat (ra) dan Khalifah Arrosyidin adalah produk dari Akidah Islam. Artinya, pola pikir dari Sahabat (ra) dan orang-orang yang berkuasa sesudah mereka, adalah salah satu yang sangat peduli tentang akuntabilitas mereka kepada Allah سبحانه وتعالى di hari kiamat atas tindakan mereka. Misalnya, Umar bin Khattab (ra) berkata, "Jika seekor kambing tersandung di jalan, saya akan takut bahwa Allah akan menanyakan mengapa kau tidak membuka jalan untuknya wahai Umar".

Juga mempertimbangkan Umar bin Abdul Aziz yang selalu menangis pada malam hari karena takut pertanggungjawaban kepada Allah سبحانه وتعالى untuk orang lain”, peminta dan orang yang kekurangan, yang miskin dan yang membutuhkan, dan para tahanan di penjara." Dengan kata lain, Para pemimpin Islam tersebut bertindak adil tidak demi moralitas atau mencapai beberapa medali kehormatan. Namun, mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa setiap tindakan mereka akan diteliti oleh Allah سبحانه وتعالى pada hari yang akan menentukan apakah mereka akan pergi ke Surga atau hidup hina menjalani siksa di neraka.

Semoga Allah سبحانه وتعالى mendirikan kembali "Khalifah", sehingga manusia dapat merasakan keadilan Kepemimpinan Islam.

ونزلنا عليك الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين
"Dan Aku turunkan Kitab kepadamu sebagai penjelasan segala sesuatu, panduan, rahmat dan kabar gembira bagi umat Islam." [An-Nahl, 16:89]

Sumber: Islamic Revival