وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 23 Juni 2010

PAKDE KARWO AJAK LDII IKUT ATASI KEMISKINAN

Dikutip dari Biro Humas dan Protokol - Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak organisasi keagamaan termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk bersinergi mengatasi masalah kemiskinan. Salah satu kuncinya adalah, kegiatan dakwah yang dilakukan organisasi keagamaan harus konkrit dan berkait dengan realita di masyarakat. Dan kemiskinan adalah realita di masyarakat yang harus dicari solusinya.

Hal itu disampaikan Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur ketika meresmikan gedung baru Dewan Pimpinan Daerah LDII Jatim sekaligus membuka musyawarah daerah VII LDII jatim diPondok Pesantren Sabilurrosyidin,Jalan Gayungan VII/11 Surabaya, Sabtu (19/6)
Menurut Soekarwo, pembangunan moral dan ekonomi bangsa seperti yang dicanangkan LDII dalam musdanya yang ketujuh, kata Soekarwo, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pembangunan moral sumberdaya manusia tidaklah mudah, namun membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, SDM yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah seperti yang diprogramkan LDII perlu didukung oleh semua pihak.

Pembangunan, kata Soekarwo, tak akan banyak berguna bila tidak diikuti oleh pembangunan moral bangsa. Karena itu, untuk membangun moral bangsa ini, salah satu program prioritas dirinya adalah pembangunan di bidang pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan pondok pesantren.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Jatim, Criswanto Santoso mengatakan, Musda VII LDII Jatim diikuti perwakilan pengurus daerah se Jatim, pengurus pleno DPD LDII Jatim, dan utusan DPP LDII. Sebagai peninjau, kata Criswanto, berasal dari kalangan ulama dan dewan guru, pengasuh ponpes, dan perwakilan pemuda LDII.

Musda direncanakan berlangsung hingga 20 Juni dengan berbagai agenda. Salah satunya, memilih dan menetapkan susunan pengurus DPD LDII jatim masa bakti 2010 – 2015 (rif/foto slt).

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

PAKDE KARWO AJAK LDII IKUT ATASI KEMISKINAN

Dikutip dari Biro Humas dan Protokol - Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak organisasi keagamaan termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk bersinergi mengatasi masalah kemiskinan. Salah satu kuncinya adalah, kegiatan dakwah yang dilakukan organisasi keagamaan harus konkrit dan berkait dengan realita di masyarakat. Dan kemiskinan adalah realita di masyarakat yang harus dicari solusinya.

Hal itu disampaikan Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur ketika meresmikan gedung baru Dewan Pimpinan Daerah LDII Jatim sekaligus membuka musyawarah daerah VII LDII jatim diPondok Pesantren Sabilurrosyidin,Jalan Gayungan VII/11 Surabaya, Sabtu (19/6)
Menurut Soekarwo, pembangunan moral dan ekonomi bangsa seperti yang dicanangkan LDII dalam musdanya yang ketujuh, kata Soekarwo, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pembangunan moral sumberdaya manusia tidaklah mudah, namun membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, SDM yang cerdas, mandiri, dan berakhlakul karimah seperti yang diprogramkan LDII perlu didukung oleh semua pihak.

Pembangunan, kata Soekarwo, tak akan banyak berguna bila tidak diikuti oleh pembangunan moral bangsa. Karena itu, untuk membangun moral bangsa ini, salah satu program prioritas dirinya adalah pembangunan di bidang pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan pondok pesantren.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Jatim, Criswanto Santoso mengatakan, Musda VII LDII Jatim diikuti perwakilan pengurus daerah se Jatim, pengurus pleno DPD LDII Jatim, dan utusan DPP LDII. Sebagai peninjau, kata Criswanto, berasal dari kalangan ulama dan dewan guru, pengasuh ponpes, dan perwakilan pemuda LDII.

Musda direncanakan berlangsung hingga 20 Juni dengan berbagai agenda. Salah satunya, memilih dan menetapkan susunan pengurus DPD LDII jatim masa bakti 2010 – 2015 (rif/foto slt).