وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Jumat, 13 November 2009

Beratnya Dosa Berzina dan Akibatnya

Menjauhi perbuatan dosa, maksiat dan keji merupakan salah satu cara menjaga kemurnian agama Islam. Melakukan perbuatan dosa dan melanggar peraturan agama akan menggagalkan tujuan seorang Muslim untuk masuk Surga. Setiap perbuatan dosa dan maksiat akan berakibat murka Alloh dan orang yang berbuat dosa dan kemaksiatan bakal tertimpa siksa Alloh yang menyakitkan.
Salah satu dosa terbesar dan paling hina adalah perbuatan zina.
Zina adalah hubungan sex antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan perkawinan resmi.

Firman Allah:
Al Quran Surat Al Isra’ ayat 32
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”

Al Quran surah Al Furqon verse 68-69
وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً*٦٨ يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً*٦٩
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat dosa,”
“(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”.

Sabda Rosululloh سلم و عليه الله صلى :
عَنْ عَبْدِاللهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم أَىُّ الذَّنْبِ أعْظَمُ عِنْدَاللهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلهِ نِدُّا وَهُوَ خَلَقَكَ قَالَ قُلْتُ لَهُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيْمٌ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىُّ؟ قَالَ ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ* رواه مسلم
Dari Abdillah berkata;
Aku bertanya kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam, “Dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh Ta’la?”
Beliau (Nabi) berkata,”Bahwasanya kamu menjadikan bagi Alloh suatu persamaan, padahal Alloh itu telah menciptakan kamu.”
Maka aku berkata,”Sesungguhnya demikian itu niscaya dosa yang paling besar.”
Maka aku bertanya,”Lalu apa lagi?”
Beliau (Nabi) berkata,”Bahwasanya kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.”
Aku bertanya lagi,Kemudian apa lagi?
Beliau(Nabi) berkata,”Bahwasanya kamu berzina dengan istri tetanggamu.”
(Riwayat Muslim 267)
عَنِ الْهَيْثَمِ بْنِ مَالِكٍ الطّائيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ ذَمْبِ بَعْدَ الشِّرْكِ بِاللهِ أَعْظَمُ عِنْدَاللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِى رَحمٍ لَا تَحٍلُّ لَهُ* رواه ابن أبى الدنيا فى كتب الورع
Dari Hitsam bi Malik; berkata Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallam,”Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Alloh setelah menyekutukan Alloh daripada seorang laki-laki yang meletakkan spermanya di dalam rahim yang tidak halal baginya.”
(Riwayat Ibnu Abi Dunya in Kitabul Wari’ 138)
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنُ الْيَمَانِ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ إِيَّاكُمْ وَالزِّنَا فَإِنَّ فِيهِ سِتَّ خِصَالٍ ثَلَاثٌ فِى الدُّنْيَا وَ ثَلَاثٌ فِى الْآخِرَةِ فَأَمَّا الَّتِى فِى الدُّنْيَا فَذِهَابُ البَهَاءِ وَدَوَامُ الفَقْرِ وَقَصْرِ العُمُرِ فَأَمَّا الَّتِى فِى الْآخِرَةِ سُخْطُ اللهِ وَسُوءُ الحِسَابِ وَالْخُلُودُ فِى النَّارِ* رواه البيهقى فى شعب الإيمان ٥٢٣٧
Hai golongan orang Islam, takutlah kalian pada perbuatan zina, karena sesungguhnya di dalamnya ada enam perkara; tiga perkara di dunia dan tiga perkara di akhirat. Maka adapun tiga perkara yang ada di dunia adalah: hilangnya kewibawaan, jatuh dalam kemelaratan dan pendek umurnya. Dan adapun tiga perkara yang ada di akhirat adalah: mendapatkan murka Alloh, Jelaknya hisban dan kekal di neraka.
(Riwayat Baihaki fii sha’bi Al imaan 5237)
عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ لَا تَزَالُ أُمَّتِى بِجَيْرٍ مَالَمْ يَفْشُ فِيْهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيْهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَيُوْشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعِقَابٍ* رواه أحمد
Tidak henti-hentinya umatku dalam kebaikan. Selama tidak menyebar (memperbanyak) anak hasil perzinaan di antara mereka. Maka jika telah menyebar (banyak) anak hasil perzinaan di antara mereka, maka hampir-hampir saja Alloh meratakan siksaNya.
(Riwayat Ahmad 27587)

1 komentar :

ahmad fatoni fw mengatakan...

Sayangnya bujuk rayu dan buaian syaiton akan kenikmatan perbuatan zina yang sesaat telah menutupi dan membutakan akal waras kebanyakan manusia.
Mereka silau dan akhirnya tidak memperhatikan dan menggubris ancaman Allah tersebut, bahkan kebanyakan manusia dalam hatinya mengatakan omong kosong belaka.
Naudzubillahi mindzalik.

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Beratnya Dosa Berzina dan Akibatnya

Menjauhi perbuatan dosa, maksiat dan keji merupakan salah satu cara menjaga kemurnian agama Islam. Melakukan perbuatan dosa dan melanggar peraturan agama akan menggagalkan tujuan seorang Muslim untuk masuk Surga. Setiap perbuatan dosa dan maksiat akan berakibat murka Alloh dan orang yang berbuat dosa dan kemaksiatan bakal tertimpa siksa Alloh yang menyakitkan.
Salah satu dosa terbesar dan paling hina adalah perbuatan zina.
Zina adalah hubungan sex antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan perkawinan resmi.

Firman Allah:
Al Quran Surat Al Isra’ ayat 32
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”

Al Quran surah Al Furqon verse 68-69
وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً*٦٨ يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً*٦٩
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat dosa,”
“(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”.

Sabda Rosululloh سلم و عليه الله صلى :
عَنْ عَبْدِاللهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم أَىُّ الذَّنْبِ أعْظَمُ عِنْدَاللهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلهِ نِدُّا وَهُوَ خَلَقَكَ قَالَ قُلْتُ لَهُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيْمٌ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىُّ؟ قَالَ ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ* رواه مسلم
Dari Abdillah berkata;
Aku bertanya kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam, “Dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh Ta’la?”
Beliau (Nabi) berkata,”Bahwasanya kamu menjadikan bagi Alloh suatu persamaan, padahal Alloh itu telah menciptakan kamu.”
Maka aku berkata,”Sesungguhnya demikian itu niscaya dosa yang paling besar.”
Maka aku bertanya,”Lalu apa lagi?”
Beliau (Nabi) berkata,”Bahwasanya kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.”
Aku bertanya lagi,Kemudian apa lagi?
Beliau(Nabi) berkata,”Bahwasanya kamu berzina dengan istri tetanggamu.”
(Riwayat Muslim 267)
عَنِ الْهَيْثَمِ بْنِ مَالِكٍ الطّائيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ ذَمْبِ بَعْدَ الشِّرْكِ بِاللهِ أَعْظَمُ عِنْدَاللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِى رَحمٍ لَا تَحٍلُّ لَهُ* رواه ابن أبى الدنيا فى كتب الورع
Dari Hitsam bi Malik; berkata Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallam,”Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Alloh setelah menyekutukan Alloh daripada seorang laki-laki yang meletakkan spermanya di dalam rahim yang tidak halal baginya.”
(Riwayat Ibnu Abi Dunya in Kitabul Wari’ 138)
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنُ الْيَمَانِ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ إِيَّاكُمْ وَالزِّنَا فَإِنَّ فِيهِ سِتَّ خِصَالٍ ثَلَاثٌ فِى الدُّنْيَا وَ ثَلَاثٌ فِى الْآخِرَةِ فَأَمَّا الَّتِى فِى الدُّنْيَا فَذِهَابُ البَهَاءِ وَدَوَامُ الفَقْرِ وَقَصْرِ العُمُرِ فَأَمَّا الَّتِى فِى الْآخِرَةِ سُخْطُ اللهِ وَسُوءُ الحِسَابِ وَالْخُلُودُ فِى النَّارِ* رواه البيهقى فى شعب الإيمان ٥٢٣٧
Hai golongan orang Islam, takutlah kalian pada perbuatan zina, karena sesungguhnya di dalamnya ada enam perkara; tiga perkara di dunia dan tiga perkara di akhirat. Maka adapun tiga perkara yang ada di dunia adalah: hilangnya kewibawaan, jatuh dalam kemelaratan dan pendek umurnya. Dan adapun tiga perkara yang ada di akhirat adalah: mendapatkan murka Alloh, Jelaknya hisban dan kekal di neraka.
(Riwayat Baihaki fii sha’bi Al imaan 5237)
عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ لَا تَزَالُ أُمَّتِى بِجَيْرٍ مَالَمْ يَفْشُ فِيْهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيْهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَيُوْشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعِقَابٍ* رواه أحمد
Tidak henti-hentinya umatku dalam kebaikan. Selama tidak menyebar (memperbanyak) anak hasil perzinaan di antara mereka. Maka jika telah menyebar (banyak) anak hasil perzinaan di antara mereka, maka hampir-hampir saja Alloh meratakan siksaNya.
(Riwayat Ahmad 27587)